Paten Peneliti Tak Banyak Dilirik Industri

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 27 November 2019 12:39 WIB
    Paten Peneliti Tak Banyak Dilirik Industri
    Ilustrasi. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Jumlah paten Indonesia pada 2018 lalu tercatat sebagai yang terbanyak di antara negara-negara di Asia Tenggara.  Meski begitu, masih ada gap antara jumlah paten tersebut dengan banyaknya pengguna lisensi paten di Indonesia.

    Berdasarkan WIPO  (World Intellectual Property Organization) atau Organisasi Hak atas Kekayaan Intelektual Dunia Indonesia memiliki 2.842 paten yang telah terdaftar. Meski menjadi  sinyal positif dengan menjadi nomor satu di Asia Tenggara, ternyata ada gap antara jumlah paten Indonesia dengan pengguna lisensi paten di Indonesia.

    Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, paten bukan akhir dari sebuah riset. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah setelah hasil penelitian dipatenkan siapa yang menggunakan atau membeli lisensi patennya?.

    "Dari data, seperti ada gap yang sangat besar.  Antara jumlah paten yang didaftarkan dengan (penggunaan) lisensi paten tersebut," kata Bambang di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.

    Padahal dari paten tersebut, peneliti bisa mendapatkan uang dari royalti atas penggunaan lisensi patennya. Selain itu paten harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar ada yang menggunakan lisensi.

    "Bagi para peneliti tentu akan memberikan reward yang tidak sedikit, dalam bentuk royalti," ujarnya.

    Mantan Menkeu ini mengatakan, dengan banyaknya paten yang sudah didaftarkan dapat mendorong inovasi.  "Kita berharap semakin banyak paten semakin banyak inovasi," ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id