Pendaftar Masih Bingung Hitung Peluang Masuk PTN

    Intan Yunelia - 18 Juni 2019 16:54 WIB
    Pendaftar Masih Bingung Hitung Peluang Masuk PTN
    Ilustrasi SBMPTN, ANT/Indrianto Eko Suwarso
    Jakarta: Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 masih bimbang memilih perguruan tinggi yang dituju.  Sebab siswa mengaku masih bingung dengan bagaimana cara PTN memeringkat nilai-nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang masuk untuk diseleksi dan ditetapkan lolos pada prodi yang dipilih.

    Sejumlah siswa pendaftar SBMPTN tidak dapat memprediksi perkiraan nilai minimal yang digunakan masing-masing prodi di PTN saat menyeleksi nilai UTBK.  Perkiraan nilai minimal itu diharapkan mampu membantu pendaftar agar tidak meleset terlalu jauh saat memilih prodi di PTN.

    “Sistem penilaian SBMPTN yang baru ini masih enggak ngerti. Udah dicari-cari nggak dapat informasi sama sekali soal patokan atau perkiraan nilai di masing-masing prodi,” kata salah satu pendaftar SBMPTN, Erlin Yuanita Firdaus saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 18 Juni 2019.

    Baca:  Nilai UTBK Sama, Peluang Bisa Beda

    Alumni dari SMA Negeri 1 Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ini tak percaya diri memilih PTN favorit dengan nilai UTBK yang diraihnya. Ia khawatir nilainya kalah bersaing dengan pendaftar lainnya. 

    “Karena bingung aku jadi pilih PTN yang dekat aja. Di UPN Yogyakarta sama Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto,” ujar Erlin.

    Erlin berhasil meraih nilai di UTBK pertama yaitu dengan rata-rata 548. Sedangkan di UTBK kedua ia hanya memperoleh 490-an.  “Semoga saja lulus salah satu PTN itu,” harap Erin yang memilih prodi Geofisika dan Manajemen Sumber Daya Perairan ini.

    Sama halnya yang dirasakan Dwi Astuti yang sangat berharap masuk PTN favorit dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Ia bingung tidak ada nilai menimum yang dipampang di masing-masing program studi. 

    “Kemarin itu saya baca tentang seminar di UI jadi passing grade di LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) dan PTN itu enggak ada,” terang Dwi yang merupakan alumni SMA Dewi Sartika, Jakarta Timur ini.

    Baca:  Jumlah Pendaftar SBMPTN Sudah Mencapai 372.534 Peserta

    Sistem pemeringkatan inilah yang membuat dirinya ragu dengan nilai yang didapat. Padahal nilai UTBK-nya termasuk dalam kategori yang memuaskan yaitu dengan nilai rata-rata 511 di UTBK pertama.

    Enggak yakin bakal diterima. Yang di UI itu dengar-dengar kalau 600 nilai rata-ratanya baru aman. Makanya aku bingung. Sementara UNJ (Universitas Negeri Jakarta) itu kampus negeri selain UIN (Universitas Islam Negeri) dan UPN (Universitas Pembangunan Nasional). Itu saingannya pasti banyak sekali,” terangnya.

    Sebelumnya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir berharap dengan skema baru pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini dapat menekan tingkat kegagalan peserta dalam menembus prodi maupun PTN tujuannya. Mulai tahun ini, pendaftaran SBMPTN harus mengunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang telah diselenggarakan sebelumnya.
     
    "SBMPTN hari ini ada pendaftaran, dasarnya adalah dari UTBK. Jadi UTBK sudah berjalan, sudah dapat nilai, dipersilakan seluruh peserta atau seluruh anak Indonesia yang sudah ikut UTBK, silakan mendaftar sesuai dengan kemampuannya masing-masing," kata Nasir, saat Halalbihalal Idulfitri di Gedung BPPT, Jakarta, Senin 10 Juni 2019.

    Nasir berharap, setiap siswa dapat mendaftar prodi dan PTN yang sesuai dengan minat, bakat juga kemampuannya. "Mudah-mudahan orang mendaftar sesuai dengan apa yang diminati terhadap bidang ilmu yang telah dipilih, dengan kemampuan UTBK yang telah dicapai," terang Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip ini. 




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id