Prodi Aktuaria Masih Favorit Calon Mahasiswa

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 22 Januari 2020 14:27 WIB
    Prodi Aktuaria Masih Favorit Calon Mahasiswa
    Ilustrasi. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
    Jakarta:  Secara umum tren program studi (prodi) favorit yang menjadi pilihan calon mahasiswa belum bergeser dari tahun-tahun sebelumnya.  Namun dalam 2-3 tahun terakhir ini ada program studi (prodi) yang tergolong baru, dengan peminat yang tinggi, yaitu Aktuaria.

    “Aktuaria itu sudah jadi (prodi) favorit.  Jumlah pendaftarnya tinggi," kata Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Budi Prasetyo, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.

    Sebenarnya, Aktuaria merupakan gabungan antara prodi Akuntansi dengan Matematika. Sifatnya banyak bicara data dan statistik, kemudian memprediksi.

    "Aktuaria banyak digunakan untuk asesmen asuransi, dan sebagainya,” ujar Budi dalam keterangan tertulis. 

    Aktuaria adalah ilmu tentang pengelolaan risiko keuangan di masa yang akan datang. Ilmu aktuaria merupakan kombinasi antara ilmu tentang peluang, matematika, statistika, keuangan, dan pemrograman komputer.

    Beberapa perguruan tinggi yang sudah membuka program studi Aktuaria antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan LTMPT , prodi Aktuaria masuk ke dalam kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek).

    Sementara untuk program studi yang sudah lama dikenal masyarakat dan masih menjadi favorit, trennya belum bergeser. Di Kelompok Saintek, misalnya, prodi Kedokteran dan Teknologi Informasi masih menjadi favorit. Selain itu bidang teknik juga masih diminati banyak calon mahasiswa, seperti Teknik Industri, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro.

    Budi menambahkan, prodi favorit di Kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum) relatif belum bergeser dari ilmu ekonomi, seperti Manajemen dan Akuntansi. Kemudian di bidang sosial dan ilmu politik, prodi favorit yaitu Hubungan Internasional, Komunikasi, Hukum, dan Psikologi.

    Menurut Budi, pada dasarnya semua program studi bagus. Namun setiap individu atau lulusannya harus punya nilai tambah agar memiliki keunggulan dibanding yang lain.

    Ia mencontohkan, salah satu bidang strategis yang dimaksud yaitu Sastra Nusantara. “Kalau diikuti soft skills-nya, ditambah belajar bahasa Inggris sendiri, kemudian bisa menari dan sebagainya, akan memiliki nilai tambah. Saya punya adik-adik binaan yang mengambil Sastra Nusantara. Begitu lulus, dia kerja di luar negeri, di kantor-kantor kedutaan, karena dia bisa memiliki nilai lebih, ada nilai budaya,” katanya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id