comscore

Mengintip UTBK di Unesa untuk Penyandang Disabilitas: Ditemani Pendamping Hingga Alat Khusus

Renatha Swasty - 20 Mei 2022 16:35 WIB
Mengintip UTBK di Unesa untuk Penyandang Disabilitas: Ditemani Pendamping Hingga Alat Khusus
UTBK SBMPTN peserta disabilitas di Unesa. DOK Unesa
Jakarta: Sebanyak 2.025 peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Kamis, 19 Mei 2022. Rinciannya, 1.000 peserta pada sesi 5 (pagi) dan 1.025 peserta pada sesi 6 (siang). Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan peserta disabilitas.

“Total, ada 15 peserta penyandang disabilitas yang ikut UTBK di Unesa. Ada 6 yang tunanetra dan 9 yang tunadaksa. Nah, yang 11 di antaranya mengikuti tes pada sesi ke-5 hari ini. Ada 6 penyandang tunanetra dan 5 peserta yang tunadaksa,” kata Ketua Satuan Admisi Unesa, Sukarmin, dikutip dari laman unesa.ac.id, Jumat, 20 mei 2022. 
Sukarmin mengatakan peserta disabilitas mengikuti sesi khusus, yaitu sesi ke-5 dan sesi ke-10. Unesa menyediakan tempat khusus di Training Center, Lantai 4, Gedung Rektorat, Kampus Lidah Wetan. Berdasarkan ketentuan, peserta disabilitas diberikan perlakuan khusus sesuai jenis kedisabilitasannya.

Peserta didampingi pendamping

Bagi penyandang disabilitas disiapkan belasan relawan atau pendamping khusus yang langsung menyambut peserta di depan gedung tes. Pendamping tersebut bertugas mengarahkan bahkan menuntun peserta sampai di depan ruangan tempat peserta mengikuti ujian.

“Peserta datang di lokasi dengan prokes dan langsung disambut di depan gedung. Kami terlebih dahulu memperkenalkan diri ke peserta lalu tanya atau minta izinlah gitu. Kami bantu bawakan tasnya dan menuntun sampai di depan ruangan tempat tes. Kami harus tanya juga ke peserta lebih nyaman dituntun dengan cara apa,” cerita salah satu pendamping, Anggi. 

Perangkat khusus

Sukarmin menuturkan peserta disabilitas juga disiapkan perangkat khusus yang membantu menjalankan tes. Seperti reglet dan stilus, kertas, headset, dan software non-visual desktop access (NVDA) atau program screen reader yang memudahkan peserta tunanetra membaca soal ujian lewat suara. Reglet dan stilus merupakan alat tulis yang umum digunakan penyandang tunanetra.

“Peserta disabilitas memerlukan pendekatan dan perlakuan yang khusus. Makanya panitia maupun pendamping itu dari PSLD Unesa atau dari Pendidikan Luar Biasa (PLB) yang memang punya kemampuan khusus di bidang ini. Itupun sebelumnya mereka sudah di-briefing khusus,” kata dosen FMIPA itu.

Sukarmin menyebut peserta mengikuti tes dengan aman dan lancar tanpa hambatan. Peserta sudah menerapkan prokes dan membawa persyaratan sesuai ketentuan ujian. Selama pendampingan peserta juga sesuai prokes.

Meraih mimpi

Peserta tunadaksa asal Nganjuk, Sukma Anugrah, mengatakan untuk mengikuti UTBK membutuhkan perjuangan cukup menantang. Apalagi, jarak tempuh dari Nganjuk ke Surabaya lumayan jauh. 

Namun, Sukma tak menyerah demi cita-cita masa depannya dan kuliah di perguruan tinggi. Dia melewatinya dengan semangat dan penuh harapan.

Sukma sudah mempersiapkan diri dengan maksimal jauh-jauh hari sebelum ujian. Dia melatih diri dengan menjawab soal-soal. 

“Ada tiga yang saya siapkan. Persiapan mental dengan minta dukungan orang terdekat, berdoa, dan menenangkan diri. Kemudian, persiapan belajar memahami dan menjawab soal-soal. Lalu, persiapan transportasi. Alhamdulillah tidak terlambat dan ujian lancar. Semoga hasilnya bisa maksimal dan bisa diterima di jurusan Tata Rias Unesa,” ucap Sukma.

Peserta tunanetra asal Surabaya, Renne, mengungkapkan mendapat banyak dukungan untuk mengikuti UTBK. Dukungan datang dari orang-orang terdekat, orang tua, keluarga, maupun teman dekat. 

Dia menyebut lewat dukungan itu, harapan dan mimpi bisa terus terawat. Motivasi juga terus menyala. “Motivasi dari dalam diri kadang juga perlu diperkuat dengan dorongan dari luar. Sehingga ada semangat untuk belajar maksimal,” ujar dia. 

Renne mengikuti tes dengan lancar. Dia sudah mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Renne berharap hasil UTBK-nya sesuai harapan dan bisa mengantarkannya ke salah satu prodi impian, Tata Boga dan Seni Musik Unesa.

Baca: Cerita Peserta UTBK di Unesa: Persiapan Jauh Hari Hingga Hadir Lebih Awal Agar Hilangkan Tegang
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id