NU Ajukan Tiga Syarat Jika Pemerintah Ingin 'Buka' Pesantren

    Ilham Pratama Putra - 30 Mei 2020 12:40 WIB
    NU Ajukan Tiga Syarat Jika Pemerintah Ingin 'Buka' Pesantren
    Rumah susun untuk santri di Pondok Pesantren. Foto: Dok. PUPR
    Jakarta: Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama (NU), Rabthah Ma'ahid Islamiyah (RMI) mengajukan syarat tertentu jika pemerintah ingin kembali membuka pesantren di tengah masa pandemi virus korona (covid-19). Setidaknya pemerintah mampu melakukan tiga hal, sebelum menerapkan kenormalan baru (new normal) di pesantren.

    "Kebijakan pemerintah yang konkret dan berpihak sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjaga pesantren dari risiko penyebaran virus covid-19," kata ketua pengurus pusat RMI, Abdul Ghofarrozin dalam keterangannya, Sabtu, 30 Mei 2020.

    Selain itu, pihaknya juga meminta beberapa fasilitas kesehatan jika pemerintah telah yakin akan membuka pesantren. Kesehatan santri bagi Ghofarrozin harus terjamin saat kembali ke pondok pesantren.

    "Dukungan fasilitas kesehatan untuk pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti rapid test, hand sanitizer, akses pengobatan dan tenaga ahli kesehatan," terang dia.

    Baca juga:  NU: Pemerintah Jangan Paksakan Kenormalan Baru di Pesantren

    Dukungan lainnya juga harus dipersiapkan pemerintah. Sebab masih akan ada santri yang belum dapat kembali ke pesantren.

    "Dukungan sarana dan fasilitas pendidikan meliputi fasilitas pembelajaran online bagi santri yang belum bisa kembali ke pesantren. Hingga bantuan biaya pendidikan Syahriyah atau SPP dan Kitab bagi santri yang terdampak secara ekonomi," lanjut Ghofarrozin.

    Baca juga:  Santri Kembali ke Pesantren, Begini Protokol Kesehatannya

    Apabila tidak ada kebijakan nyata untuk tiga hal tersebut pihaknya menyarankan agar santri tetap belajar di rumah. Pihaknya juga meminta tiap kebijakan dirundingkan dengan pesantren.

    "RMI-PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga mengimbau agar setiap keputusan yang diambil terkait dengan nasib pesantren harus melibatkan kalangan pesantren," pungkasnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id