comscore

2021, UIN Jakarta Genjot Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus

Arga sumantri - 12 Maret 2021 11:28 WIB
2021, UIN Jakarta Genjot Publikasi Ilmiah Terindeks Scopus
Kampus UIN Jakarta. Foto: Dok Humas UIN Jakarta.
Jakarta: Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Amany Lubis menyampaikan sejumlah tantangan akademik dan kelembagaan yang harus dipenuhi sepanjang 2021, dalam Rapat Kerja Pimpinan UIN Jakarta 2021, Rabu, 10 Maret 2021. Salah satunya, meningkatkan jumlah publikasi internasional terindeks Scopus.

Ia menyampaikan, jumlah publikasi internasional terindeks Scopus yang dihasilkan dosen UIN Jakarta baru mencapai 857 artikel dalam tahun jamak. Angka ini belum berbanding lurus dengan jumlah dosen tetap UIN Jakarta sebanyak 1.103 orang.
Tantangan paling penting, kata Amany, adalah masih tingginya prosentase dosen UIN Jakarta dengan kualifikasi pendidikan magister yang mencapai 70 persen. Hingga akhir 2020, jumlah dosen tetap UIN Jakarta tercatat mencapai 1.103 orang. Baru 386 orang dosen berpendidikan doktor. Artinya, 717 dosen masih berpendidikan magister.

"Tapi insyaallah, seperti disampaikan para dekan, fakultas-fakultas akan banyak memanen jumlah doktor baru tahun ini. Mudah-mudahan jumlah dosen berkualifikasi doktor bisa meningkat lagi tahun ini," kata Amany mengutip siaran pers UIN Jakarta, Jumat, 12 Maret 2021.

Kualitas layanan terhadap mahasiswa yang belum mencapai level maksimal juga dinilai menjadi tantangan yang harus diatasi. Skor kepuasan layanan mahasiswa yang dicapai sepanjang 2020 adalah 3,18, sedangkan targetnya 3,20.

"Kondisi pandemi berpengaruh signifikan pada skor kepuasan ini. Mudah-mudahan tahun ini bisa kita tingkatkan lagi," ungkapnya.

Baca: PTKIN Diminta Terus Kembangkan Sistem Pembelajaran Digital

Tantangan berikutnya, lanjut dia, belum meratanya distribusi penelitian dengan jumlah dosen yang ada. Selain itu, belum maksimalnya integrasi sistem informasi e-Campus. "Tantangan lainnya adalah belum optimalnya reward and punishment terhadap kinerja," terangnya.

Dari sisi pembiayaan, rasio anggaran rutin yang lebih besar dibanding biaya pengembangan lembaga juga menjadi tantangan. Ia berharap Kementerian Agama (Kemenag) bisa mendorong pengalokasian bantuan pembiayaan SBSN dan soft loan bagi kebutuhan pembiayaan lembaga.

Terakhir, tantangan yang cukup serius adalah jumlah jurnal ilmiah terakreditasi. Sepanjang 2020, UIN Jakarta menargetkan akreditasi bagi 30 jurnal ilmiah, namun baru terealisasi sebanyak 26 jurnal.

Amany juga menyampaikan enam bidang yang menjadi rencana strategis UIN Jakarta sepanjang 2021. Keenam bidang itu adalah internasionalisasi kampus, peningkatan publikasi dan hak kekayaan intelektual, dan optimalisasi aset dan pengembangan bisnis. Lalu, transformasi sistem informasi, optimalisasi peran  mahasiswa dan alumni, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada internasionalisasi kampus, UIN Jakarta berkomitmen meningkatkan mutu akademik jenjang magister dan doktor serta program akademik internasional, peningkatan jumlah mahasiswa internasional, kemampuan bahasa asing bagi sivitas. Lainnya, meningkatkan rekognisi global kampus.

Ia pun mengingatkan sivitas akademik UIN Jakarta untuk menjaga sinergi antar sektor, loyalitas kelembagaan, dan profesionalitas kinerja. Menurutnya, ketiga hal tersebut diperlukan dalam merealisasikan target pengembangan akademis dan kelembagaan UIN Jakarta.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id