Menilik Pendidikan Indonesia Setelah Satu Tahun Pandemi

    Arga sumantri - 10 Mei 2021 17:07 WIB
    Menilik Pendidikan Indonesia Setelah Satu Tahun Pandemi
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Perusahaan teknologi pendidikan dan aplikasi belajar, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menggelar simposium pendidikan nasional bertajuk '1 Tahun Pandemi, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?' secara virtual. Simposium dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Haridknas) ini membahas kilas balik pendidikan di Indonesia selama masa pandemi.

    Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, pandemi covid-19 telah membawa perubahan terhadap pendidikan di Indonesia. Kondisi ini memaksa pelajar, guru, orang tua, dan seluruh stakeholder pendidikan untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang baru.

     



    "Mencermati hal tersebut, Pahamify terus memaksimalkan fitur dan layanan yang kami miliki agar dapat membantu pelajar Indonesia secara optimal," ujar Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 10 Mei 2021.

    Fikri menambahkan dukungan terhadap pendidikan di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah dan guru saja, tetapi juga murid, orang tua, dan stakeholder lainnya, termasuk Pahamify. Pihaknya berharap dapat terus berperan untuk memberi nilai lebih bagi pendidikan di Indonesia.

    Baca: Wacana Peleburan ke BRIN, Pejabat Lapan Siap Alih Status

    Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan di seluruh sekolah demi mengantisipasi penularan covid-19. Koordinator Pembelajaran Pusmenjar Kemendikbud Susanti mengatakan, sejak awal pandemi pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia. 

    Misalnya, penghapusan Ujian Nasional (UN) dan dimulainya program Belajar dari Rumah, pedoman pelaksanaan pembelajaran dari rumah, aturan pembelajaran tatap muka, kurikulum pendidikan dalam kondisi khusus, pemberian kuota gratis, hingga persiapan pembukaan sekolah.

    Sementara itu, Peneliti Pendidikan World Bank Indah Shafira menyatakan, dalam beberapa penelitian, PJJ menimbulkan learning loss. Menurut dia, sudah waktunya pembelajaran tatap muka (PTM) segera dilakukan karena memegang peran penting untuk mengurangi dampak tersebut. 

    Sedangkan, Ketua KGBN Usman Djabbar mengatakan para guru memiliki caranya masing-masing untuk menyesuaikan metode mengajar. Sehingga, murid dapat tetap memahami materi pelajaran meski dengan keadaan belajar yang terbatas.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id