Selain PPPK, Pemerintah Diminta Buka Kesempatan Guru Honorer Jadi PNS

    Arga sumantri - 17 November 2020 17:02 WIB
    Selain PPPK, Pemerintah Diminta Buka Kesempatan Guru Honorer Jadi PNS
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menyambut baik rencana pemerintah menggelar seleksi massal guru honorer untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021. Namun, P2G juga meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan guru honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tahun depan.

    "P2G meminta kepada pemerintah pusat agar lowongan satu juta guru tersebut tidak hanya untuk menempati posisi guru PPPK bagi guru honorer, tetapi juga kesempatan guru honorer untuk menjadi guru PNS," kata Koordinator P2G Satriwan Salim melalui keterangan tertulis, Selasa, 17 November 2020.

    Satriwan menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ada dua jenis ASN, yakni PNS pada umumnya dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). PNS umum, syarat maksimal usia calon pelamarnya adalah 35 tahun, sedangkan syarat P3K memberikan kesempatan bagi honorer yang berusia di atas 35 tahun. 

    "Artinya kami mengharapkan agar tahun 2021 nanti, pemerintah pusat tetap membuka lowongan guru PNS umum kepada publik, tidak hanya lowongan PPPK," ujarnya.

    P2G juga meminta adanya perlakuan yang adil terhadap guru PPPK. Sebab, baik PPPK maupun PNS sama-sama ASN. Menurut Satriwan, guru PPPK yang sudah lolos seleksi 2019 saja hingga akhir 2020 ini masih terkatung-katung nasibnya.

    Baca: Satu Juta Guru Honorer Bakal Diangkat PPPK, Seleksi Dimulai 2021

    Satriwan mengatakan, guru PPPK yang lolos seleksi pada 2019 belum menerima Nomor Induk Pegawai (NIP), dan gaji pun tak kunjung cair. Walaupun, kata dia, regulasi penggajian dan tunjangan PPPK sudah keluar melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 tahun 2020. 

    "Di sisi lain guru ASN yang seleksi tahun 2019 hingga sekarang sudah beres semua, sudah menerima NIP, sudah ditempatkan penugasan, sudah mengikuti pelatihan dasar sebagai ASN, bahkan udah menerima gaji. Nasib sebaliknya bagi guru PPPK, khusunya yang berjumlah 34.954 guru PPPK yang lolos tes 2019," beber Satriwan.

    P2G juga minta format rekrutmen guru PPPK dan PNS dibedakan dari format rekrutmen PNS/PPPK di luar guru. Dalam seleksi awal guru PNS/PPPK nantinya, pemerintah diminta memasukkan variabel 'passion/hasrat/minat' menjadi guru. Hal ini agar individu-individu yang lolos seleksi menjadi guru adalah benar-benar orang pilihan. 

    "Sangat naif rasanya jika seleksi CPNS guru disamakan bentuk tesnya dengan seleksi CPNS lain seperti tenaga kesehatan, penyuluh peetanian, petugas pertamanan, pustakawan, analis kebijakan, dan sebagainya," ujarnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id