Pembenahan Regulasi Dinilai Kunci 'Menyembuhkan' Tata Kelola Pendidikan

    Ilham Pratama Putra - 21 Januari 2021 15:24 WIB
    Pembenahan Regulasi Dinilai Kunci 'Menyembuhkan' Tata Kelola Pendidikan
    Ilustrasi. Foto: MI/Bary Fathahillah



    Jakarta: Direktur Eksekutif Sekolah Sukma Bangsa, Ahmad Baedowi meminta pemerintah untuk serius membenahi tata kelola pendidikan. Salah satunya dengan merivisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

    "Yang ingin saya simpulkan, saya ingin (pemerintah) duduk bersama DPR, membedah UU, pertama UU Sisdiknas, ini revisi total saja," kata Baedowi dalam diskusi Forum Denpasar 12 bertajuk Polemik guru dan Tata Kelola Pendidikan Nasional secara daring, Rabu 20 Januari 2021.




    Perubahaan UU Sisdiknas dinilai penting. Selain itu, kata dia, UU tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) patut pula diubah pemerintah dan DPR. "Merevisi juga semua, UU ASN dan otonomi daerah itu," ujarnya.

    Bagi Baedowi, revisi undang-undang itu menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola pendidikan. Mengelola pendidikan perlu ketetapan aturan yang jelas.

    Setelah regulasi dirapikan, barulah pemerintah bisa mengelola isu lainnya. Misalnya, kata dia pengembangan kualitas maupun kesejahteraan guru.

    Baca: Regulasi Tentang Sisdiknas dan Guru Sudah Waktunya Direvisi

    Pengembangan guru, menurutnya, dapat dilakukan sembari merancang Peta Jalan Pendidikan (PJP). Dia meminta pemerintah untuk memanfaatkan sistem yang sudah ada dalam pengembangan PJP.

    "PJP ini kan seperti mengulang-ulang saja, ingin satu yang baru tetapi bermainnya di luar sistem. Padahal kita punya lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang saya setuju lebih dikembangakan, dimodifikasi dan sebagainya," terang dia.

    Menurutnya, LPTK itu menjadi kunci perancangan peta jalan pendidikan. Dari LPTK pula, nantinya prinsip dasar kurikulum dapat dibentuk.

    "Jadi nanti tim kurikulumnya diserahkan kepada sekolah agar guru lebih kreatif begitu. Jadi pertama aspek UU, legal standingnya dibenahi, maka problemnya berikutnya dapat diselesaikan," tutur dia.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id