Butuh 8.000 Kosakata Baru per Tahun

    Intan Yunelia - 30 Oktober 2018 20:08 WIB
    Butuh 8.000 Kosakata Baru per Tahun
    Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, dokumentasi Humas kemendikbud.
    Jakarta:  Indonesia harus terus menambah jumlah kosakata bahasa Indonesia, agar dapat menjadi bahasa internasional.  Setidaknya dibutuhkan 8.000 kosakata baru yang dapat dihimpun dari serapan bahasa daerah ataupun bahasa asing.

    Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengatakan, untuk menjadi bahasa internasional pemerintah diminta fokus menambah jumlah kosakata baru bahasa Indonesia, untuk kemudian dioptimalkan penyebarannya. Penambahan jumlah kosakata itu dapat dilakukan melalui penyerapan bahasa lokal maupun asing. 

    “Fungsi pembinaan dan pengembangan pada Badan Bahasa harus diperluas.  Agar dapat menghimpun sekitar 8.000 kosakata baru per tahun, sehingga berpeluang menjadi bahasa internasional,” kata Ferdiansyah dalam siaran pers, saat diskusi di Kongres Bahasa Indonesia XI, di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Terkait optimalisasi penyebaran kosakata, bisa dilakukan melalui penggunaan bahasa Indonesia pada kegiatan formal, seperti di lingkup pemerintahan. “Penyebaran bisa dilakukan, seperti dengan penerapan bahasa Indonesia untuk proses seleksi para pejabat di lingkungan kementerian atau lembaga” jelasnya. 

    Baca: Momentum Beri Pendidikan Politik Santun pada Pelajar

    Penerapan bahasa Indonesia di ruang formal merupakan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang mewajibkan menggunakan bahasa Indonesia.  Politisi Partai Golongan Karya ini juga menambahkan, pengenalan bahasa Indonesia di lingkup internasional sangat berpotensi dilakukan melalui jalur pariwisata.

    “Sekarang ini amat disayangkan, banyak penggunaan bahasa asing yang kurang tepat, lebih baik pakai bahasa Indonesia saja," terangnya.

    Ditargetkan pada 2019, ada 20 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Dalam kesempatan itu, pengenalan bahasa Indonesia dapat dilakukan, misalnya sekadar mengucapkan salam.

    “Di sinilah, bahasa Indonesia memiliki nilai tawar, karena terdapat lobi budaya untuk bahasa, sehingga bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional,” ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id