Ajak Mendalami Sosok Hasyim Asyari, Yenny Wahid Undang Nadiem ke Jombang

    Ilham Pratama Putra - 22 April 2021 18:31 WIB
    Ajak Mendalami Sosok Hasyim Asyari, Yenny Wahid Undang Nadiem ke Jombang
    Yenny Wahid. Foto: Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta:  Putri Presiden keempat Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) maupun pihak keluarga besar KH Hasyim Asyari menganggap polemik Kamus Sejarah RI sudah selesai.  Yenny bahkan mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim untuk datang ke museum Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur.

    Yenny mengatakan, bahwa persoalan yang muncul karena Kamus Sejarah ini sebenarnya sudah selesai. Sebab Nadiem juga telah meminta maaf kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan berjanji akan merevisi kamus tersebut. 

     



    Namun untuk mendalami sosok pendiri NU itu, Yenny mengundang Nadiem untuk datang langsung ke Museum KH Hasyim Asy'ari di Jombang, Jawa Timur.  Menurut Yenny, hal itu agar Nadiem dapat mempelajari lebih jauh sosok pahlawan yang dikenal dengan Resolusi Jihadnya tersebut. 

    "Mas Nadiem saya undang ke museum Mbah Hasyim Asyari ya," ucap Yenny di Kantor Pusat PBNU Jakarta, Kamis, 22 April 2021.

    Lebih lanjut, Yenny juga bakal membantu nadiem dalam merevisi kamus itu. Nadiem akan diberikan panduan dalam menuntaskan Kamus Sejarah RI.

    "Penegasan saja bahwa dari pihak kami, dari pihak Nahdlatul Ulama dari pihak Gus Dur juga persoalan ini sudah selesai, justru kita akan memberikan asistensi kepada Mas Nadiem dan timnya untuk merevisi buku Kamus Sejarah Indonesia tersebut supaya jauh lebih lengkap," tutup Yenny.

    Berbagai upaya pelurusan isu itu sebenarnya telah ditempuh Kemendikbud. Namun kehadiran Nadiem menemui petinggi PBNU semakin menegaskan upaya perbaikan kamus yang pernah disampaikan Kemendikbud sebelumnya.

    "Sekali lagi terima kasih untuk perbincangannya, dukungannya, dan akan segera kami lakukan pelurusan isu ini dengan input dari PBNU dan organisasi-organisasi lainnya dan sejarawan-sejarawan yang akan melengkapi kamus sejarah ini," tutup Nadiem.

    Baca juga:  Hendak Revisi Kamus Sejarah RI, Nadiem Dibekali Ensiklopedia NU

    Penarikan kamus itu pun sebenarnya sudah dilakukan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid. Baik versi cetaknya maupun digital yang sudah sempat diunggah di laman Kemendikbud. Meski ternyata di sejumlah lapak onlines shop, buku tersebut masih diperjualbelikan secara daring.
     
    "Saya sampaikan bukunya sudah ditarik, dan yang di website sudah diturunkan," kata Hilmar dalam Bincang Pendidikan Kemendikbud, Selasa, 20 April 2021.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id