comscore

Dosen FK Unpad Terpilih Jadi Peserta Program Kepemimpinan Ilmuwan Kelas Dunia

Renatha Swasty - 30 Juni 2022 14:40 WIB
Dosen FK Unpad Terpilih Jadi Peserta Program Kepemimpinan Ilmuwan Kelas Dunia
Dosen Fakultas Kedokteran Universtitas Padjadjaran (Unpad) Mas Rizky A.A. Syamsunarno. DOK Unpad
Jakarta: Dosen Fakultas Kedokteran Universtitas Padjadjaran (Unpad) Mas Rizky A.A. Syamsunarno terpilih menjadi salah satu peserta program pelatihan kepemimpinan ilmuwan kelas dunia “Science Leadership Collaborative” yang diselenggarakan The Conversation Indonesia. Rizky bersama 29 peneliti Indonesia terpilih lainnya akan mengikuti serangkaian fasilitator dan pembicara internasional selama sembilan bulan, mulai Juni 2022-Maret 2023. 

Peserta juga akan mengikuti sesi mentoring bersama tokoh sains terkemuka, baik dalam maupun luar negeri. Serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang mendorong kolaborasi antar-peserta.
Science Leadership Collaborative Communication Strategist The Conversation Indonesia Dewi Mulyani Setiawan menjelaskan ini merupakan program kepemimpinan ilmuwan kelas dunia yang dirancang untuk mendorong peneliti Indonesia mengembangkan potensi untuk memimpin berbagai riset inovatif, baik di level nasional maupun internasional.

“Kami menyadari peneliti Indonesia memiliki potensi yang begitu besar,” ujar Dewi dikutip dari laman unpad.ac.id, Kamis, 30 Juni 2022. 

The Conversation Indonesia melihat besarnya potensi tersebut belum mendapatkan dukungan memadai. Dewi menyebut pihaknya melakukan studi mendalam untuk memetakan tantangan serta kebutuhan peneliti, khususnya peneliti muda Indonesia untuk dapat memberikan dukungan yang tepat.  

"Program ini dirancang bersama konsultan program Beth MacDonald dan Dr. Mizan Bisri serta menggandeng dua perusahaan dari Eropa, Fraendi, dan RQ Genesis untuk merespons kebutuhan tersebut, khususnya di aspek pengembangan kapasitas kepemimpinan,” papar dia. 

Dewi menjelaskan pemilihan Rizky sebagai peserta didasarkan atas kesesuaian kriteria seleksi yang ditetapkan The Conversation Indonesia. Peserta dipilih berdasarkan penilaian terhadap formulir aplikasi yang dikirimkan pendaftar, hasil storymatcher (seleksi tahap pertama), serta performanya dalam grup observasi (seleksi tahap kedua).

Pada tahap seleksi formulir aplikasi, selain persyaratan administratif, pertimbangan utama penilaian dilihat dari rekam jejak publikasi ilmiah, paten atau bukti keunggulan dalam empat tema penelitian: ilmu kelautan, perubahan iklim, medis dan kesehatan, serta ketahanan masyarakat. Rizky lolos seleksi ini berdasarkan keunggulan penelitian di bidang medis dan kesehatan.

“Potensi pendaftar juga dilihat dari trajektori karier, portofolio non-ilmiah, serta beberapa aspek lainnya,” kata Dewi.

Sementara itu, tahap storymacther, pihaknya menilai pendaftar berdasarkan posisi tahapan perkembangan vertikal yang menjadi acuan The Conversation Indonesia. “Kami mengutamakan pendaftar yang sudah berada di tahap tertentu untuk kemudian didorong perkembangannya ke tahap selanjutnya,” kata dia. 

Di tahap grup observasi, pendaftar dinilai berdasarkan kemampuan untuk berkolaborasi di tengah kelompok yang beragam yang ditunjukkan saat sesi grup observasi berlangsung. Dewi mengatakan melalui program ini pihaknya menargetkan adanya transformasi atas kemampuan kepemimpinan peserta. 

Mulai dari kemampuan berpikir sistem dan kompleks, melakukan kolaborasi lintas sektor, menciptakan dan mendorong proyek riset dan inovasi, serta mampu menyampaikan hasil risetnya dengan optimal.

“Science Leadership Collaborative memiliki mimpi besar untuk mendorong lahirnya ‘lokomotif’ baru dalam ekosistem riset di Indonesia. Kami berharap kemampuan-kemampuan ini dapat menjadi bekal bagi peserta terpilih untuk menjadi ‘lokomotif tersebut,” tutur dia. 

Rizky merupakan dosen Departemen Ilmu Kedokteran Dasar FK Unpad. Penerima beasiswa “Monbukagakusho MEXT” dari Pemerintah Jepang ini memiliki spesialisasi di bidang metabolisme dan penyakit kardiovaskuler. Gelar doktornya diperoleh dari Graduate School of Medicine, Gunma University, Jepang.

Rizky tercatat pernah menerima penghargaan “Dean’s Award for Excellent Research dari Gunma University serta “Young Investigator Award” dari International Society for Heart Research-Japan Section.
 
Baca juga: Kunjungan ke Belgia, Rektor Unpad Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Hasselt



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id