comscore

KBRI London Gandeng 3 Kampus Adakan Program Diplomat Mengajar

Renatha Swasty - 24 Mei 2022 15:17 WIB
KBRI London Gandeng 3 Kampus Adakan Program Diplomat Mengajar
Ilustrasi kuliah. Medcom
Jakarta: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menggelar Program Diplomat Mengajar. Program ini untuk mendukung pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar, khususnya di program studi Hubungan Internasional (HI).

Program ini dibingkai dalam tema “Strengthening Indonesia’s position in International Diplomatic in Relations with the United Kingdom”. Program ini merupakan perkuliahan interaktif yang diampu bersama dosen dari tiga universitas dan diplomat yang bertugas di KBRI London. 
Perkuliahan dilaksanakan daring dan dibagi menjadi empat kali tatap muka dengan tema berbeda, yaitu: Indonesia’s Strategic Relations with United Kingdom: Opportunity and Challenges, Negotiating British Climate Action and Indonesia’s Perspective on Climate Change, Promoting Islam and Tolerance in the UK, dan Contemporary Global Geopolitics: Indopacific.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI London, Khairul Munadi, menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

“Program ini  mempertemukan perspektif teoritis dan praktis. Setiap tema akan didekati dengan penjelasan konsep teoritis yang disampaikan oleh dosen, sekaligus penjelasan praktisnya yang disampaikan oleh diplomat dari fungsi terkait di KBRI London,” kata Khairul dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Mei 2022. 

Sehingga, mahasiswa mendapatkan pemahaman lebih komprehensif karena ada perpaduan antara teori dan praktik. Dia juga berharap kegiatan sejenis dapat meningkatkan minat keikutsertaan perguruan tinggi maupun perwakilan RI lainnya.

Pelaksanaan Program Diplomat Mengajar diawali dengan kegiatan kick-off dan kuliah perdana secara daring pada Rabu, 18 Mei 2022. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Bagong Suyanto, berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan pada tahun akademik berikutnya dan melibatkan lebih banyak kampus di Indonesia. 

“Sebuah kehormatan bagi kami, KBRI London berkenan memperkuat proses belajar-mengajar dan berbagi pengalaman praktis dengan dosen dan mahasiswa HI di Jawa Timur. Semoga interaksi ini terus berlanjut dan berkembang,” kata Bagong.

Ketua Departemen HI, FISIP Unair, Siti Rokhmawati Susanto, menyampaikan Program Diplomat Mengajar akan menghasilkan prosiding ber-ISBN yang menampung karya tulis tentang hubungan strategis Indonesia-Inggris dari peserta dan pengampu mata kuliah. Peserta program nantinya akan melakukan pendalaman dari materi yang diberikan dan menuangkan dalam artikel ilmiah yang dikompilasi menjadi prosiding. 

"Prosiding ini diharapkan tidak hanya sebatas publikasi saja, namun dapat menjadi sebuah referensi dan masukan dalam upaya meningkatkan hubungan strategis Indonesia-Inggris,” kata Siti. 

Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI London, Khasan Ashari, mengapresiasi partisipasi ketiga universitas dalam progam ini. Hal ini merupakan bentuk kontribusi KBRI London dalam memperkuat proses belajar-mengajar mahasiswa di Indonesia. 

"Khususnya dalam ranah diplomasi internasional. Terima kasih atas keterbukaan dosen dan pimpinan universitas yang berkenan berkolaborasi,” ujar Khasan. 

Khasan berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat hubungan strategis kedua negara. Sekaligus, dapat memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Inggris baik langsung maupun tidak langsung. 

Dosen departemen Hubungan Internasional (HI) Unair Fadhilah Inas Pratiwi menyampaikan materi kuliah perdana melalui topik United Kingdom on Indo-Pacific Strategy: in relations with Southeast Asia. Kuliah perdana dihadiri lebih dari 150 peserta. 

Mereka terdiri atas dosen dan mahasiswa dari Unair, UINSA, UPN Veteran Jawa Timur, dan beberapa kampus lainnya. Peserta sangat antusias dan menyambut baik model perkuliahan yang ditawarkan.  

Antusiasme tersebut tercermin dari ragam pertanyaan yang menyentuh opini publik terhadap relasi kerja sama Indonesia-Inggris, hambatan, dan tantangan diplomasi post-Brexit, hingga perdagangan alutsista. 

“Kuliah ini sangat menarik karena contoh praktis yang diberikan oleh narasumber, khususnya Bapak Khasan, sangat konkret dan relevan, sehingga memberikan gambaran lengkap, jelas, mudah dimengerti,” kata salah satu mahasiswa Unair yang juga memoderatori acara, Lucia. 

Baca: 141 Mahasiswa Doktoral Asal Indonesia di Inggris Dirikan Doctrine-UK
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id