Mahasiswa UMM Lulus Sarjana Tanpa Skripsi

    Daviq Umar Al Faruq - 16 September 2020 18:52 WIB
    Mahasiswa UMM Lulus Sarjana Tanpa Skripsi
    Ilustrasi mahasiswa Prodi Bahasa Indonesia UMM. Foto: Dok. UMM
    Malang: Program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di pertengahan 2020 ini meluluskan 19 mahasiswa tanpa harus menulis skripsi. 

    Capaian ini merupakan langkah besar yang telah ditorehkan prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan UMM. Pasalnya, selama ini mahasiswa yang telah menyelesaikan studi, semuanya harus melalui jalur penulisan tugas akhir skripsi.

    Tentu saja, apa yang sudah dilakukan oleh ke-19 mahasiswa ini merupakan sebuah langkah nyata dalam merealisasikan kelulusan tepat waktu (KTW), yang selama ini banyak terganjal karena harus menyusun skripsi. Hebatnya lagi, ke-19 mahasiswa tersebut telah menghasilkan 66 artikel jurnal yang terakreditasi SINTA 2-6. 

    Puluhan artikel jurnal yang telah dihasilkan ini merupakan sebuah hasil yang sangat luar biasa bagi mahasiswa di tingkat Strata 1 (sarjana).  Sebab biasanya, mahasiswa di jenjan pascasarjana Statra saja harus menulis minimal satu artikel jurnal yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi Sinta 3.   

    Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UMM, Sugiarti mengatakan, hal ini merupakan sebuah capaian besar yang dilakukan 19 mahasiswa prodi di tengah kondisi pandemi covid-19 ini. Mahasiswa tersebut masih berada di akhir semester 6, sehingga capaian ini dianggap sebagai sejarah baru dalam dunia akdemik.

    Baca juga:  Pemerintah Diminta Buat Panduan Belajar Online untuk Orang Tua

    Karya ke-19 mahasiswa tersebut tidak begitu saja muncul di semester 6, melainkan melalui sebuah proses panjang yang harus dilalui sejak semester 3. Proses panjang tersebut dilakukan dengan baik melalui dua artikel yang telah ditulis pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3-6, serta satu jurnal nasional yang telah dipublikasikan di jurnal nasional SINTA 2. 

    “Jumlah ini menjadikan program studi pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM sebagai salah satu prodi yang meluluskan mahasiswa tanpa harus menulis skripsi dengan jumlah terbanyak,” kata Sugiarti.

    Sementara itu, Wakil Rektor 1 UMM bidang Akademik dan Kemuhammadiyahan, Syamsul Arifin, mengatakan, program ekuivalensi skripsi yang telah dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan langkah cerdas dalam memacu Kelulusan Tepat Waktu (KTW).  Tidak hanya itu, juga menjadikan kuliah semakin menyenangkan dan tanpa beban skripsi.

    “Langkah prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM ini harus dicontoh oleh prodi yang lain di UMM, sehingga mempercepat KTW serta kuliah tidak lagi berlama-lama dengan skripsi,” ungkap Syamsul.

    Program ekuivalensi yang telah dilaksanakan di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP-UMM dan menjadi salah satu terobosan yang dilakukan untuk menindaklanjuti Keputusan Rektor Tahun 2017 mengenai ekuivalensi mata kuliah dan skripsi. SK Rektor tersebut kemudian diderivasi dan diadaptasi dengan baik oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM dalam lima bentuk.

    Yakni menulis artikel ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA dan terindeks Scoopus/WOS/Thompson Reuters, menulis opini di media massa cetak skala nasional sebanyak dua artikel, menulis karya sastra dalam bentuk novel dan Kumpulan cerita pendek sebanyak 150 halaman, menulis naskah drama dan mementaskannya, dan lolos PIMNAS. 

    Salah seorang mahasiswa Nur Farida mengatakan, program ekuivalensi skripsi merupakan sebuah terobosan baru yang telah dibuat oleh Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM. Melalui program ini, mahasiswa tidak perlu menunggu akhir semester untuk melakukan riset skripsinya.

    Tetapi dapat melakukan riset sejak semester awal berbasis mata kuliah yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi.  "Saya kira terobosan ini banyak memudahkan mahasiswa di prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM untuk secepat mungkin memastikan diri lulus tepat waktu dan membuat kreasi untuk meningkatkan kompetensi diri,” ujar Nur Farida. 

    Selain Nur Farida yang telah menulis artikel di jurnal terakreditasi SINTA 2 (Atavisme) milik Balai Bahasa Jawa Timur. Masih terdapat 19 mahasiswa lainnya yang telah menulis artikel jurnal sebanyak 65 artikel dan tersebar di Jurnal terakreditasi SINTA 2-6.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id