Dinilai Fitnah UI, Sivitas Akademika Desak Rektor Perkarakan Kader PKS

    Arga sumantri - 21 September 2020 14:05 WIB
    Dinilai Fitnah UI, Sivitas Akademika Desak Rektor Perkarakan Kader PKS
    Kampus UI. Dok Humas UI.

    Berikut bunyi pernyataan Muzzammil yang dipermasalahkan:

    "…pendidikan consensual sex, seks dengan persetujuan antara mahasiswa/ mahasiswi, seks yang dianggap tanpa kekerasan yaitu consensual sex (dengan persetujuan), dengan kesadaran, dianggap itu seks yang sehat yang sah. Dengan konsep Consensual Sex Barat maka itu bukan kekerasan. Saya kira ini sangat tidak patut untuk dikembangkan diajarkan kepada mahasiswa kita di mana pun berada di Indonesia ini…”

    "Tuduhan Al Muzzammil Yusuf jelas telah menyerang, mempermalukan dan mencemarkan nama baik Universitas Indonesia, sebab apa yang dituduhkan tidak benar. Universitas Indonesia tidak pernah mengajarkan pendidikan consensual sex antara mahasiswa/mahasiswi. Universitas Indonesia tidak pernah mengajarkan mengenai consensual sex barat," ungkapnya.

    Pengajaran mengenai kekerasan seksual yang disampaikan UI harus ditegaskan kepada masyarakat Indonesia disebabkan beberapa hal. Pertama, kekerasan seksual dalam Hukum Internasional dikategorikan sebagai serious crimes (Pasal 7 ayat 1 huruf g Rome Statute of the International Criminal Court).

    Baca: Rektor IPB Positif Covid-19, Pembatasan Masuk Kampus Diperpanjang

    Kemudian, pengajaran mengenai kekerasan seksual yang dilakukan UI adalah dalam rangka menjalankan amanat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemendikbud) tercantum dalam tujuan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020, butir ke-18. Yaitu, memperkenalkan konsep pelecehan dan kekerasan seksual sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus dan masyarakat.

    "Pengajaran mengenai kekerasan seksual yang dilakukan Universitas Indonesia kepada para mahasiswa baru telah mengindahkan hukum dan budaya masyarakat Indonesia," papar surat tersebut.
     

    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id