Upaya Kemendikbud Dongkrak Kualitas SDM Vokasi

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 09 Juli 2020 19:55 WIB
    Upaya Kemendikbud Dongkrak Kualitas SDM Vokasi
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program sertifikasi kompetensi dan profesi 2020. Program ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) vokasi.

    Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Benny Bandanadjaja menyebut program ini terbagi dua, yakni untuk mahasiswa dan pimpinan di pendidikan vokasi, baik itu tingkat perguruan tinggi, sekolah, dosen, atau Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP).

    "Kami targetnya adalah mengembangkan pendidikan tinggi vokasi untuk lebih baik dari sisi sumber dayanya," kata Benny dalam peluncuran program sertifikasi kompetensi dan profesi 2020, Kamis, 9 Juli 2020.

    Tahun ini, kata Benny, target mahasiswa yang tersertifikasi kompetensi melalui program ini sebanyak 13.200. Namun, target itu diprediksi sulit tercapai mengingat kondisi pandemi virus korona (covid-19).

    "Kalau bisa tercapai bagus sekali. Namun kalau misalnya pun tidak tercapai, tidak terlalu jauh dari target," ujarnya.

    Baca: Kurikulum Darurat Covid-19 Bakal Diluncurkan Pekan Ini

    Program sertifikasi kompetensi untuk mahasiswa yakni minimal semester tiga untuk D2, semester lima untuk D3, dan semester tujuh untuk D4. Nantinya, perguruan tinggi terlebih dahulu melakukan penyaringan mahasiswa yang akan diikutkan dalam program sertifkasi.

    Ia menyampaikan, untuk pimpinan, dosen, dan PLP, hasil pelatihan tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi sebuah konsep yang akan diterapkan di tempat kerja. Contohnya, Standar Operasional Prosedur (SOP) di laboratorium atau modul pembelajaran dosen. Benny mengatakan semua kegiatan sertifikasi ini bakal digelar secara daring.

    "Nanti mengikuti pelatihan sebagai pimpinan bukan hanya sertifikat tapi konsep yang bisa diterapkan untuk pengembangan institusi," tuturnya.

    Sementara itu, Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi) Wikan Sakarinto menyampaikan program ini harus bisa mendukung link and match yang levelnya sampai 'pernikahan' antara perguruan tinggi vokasi dan industri. "Ini menjadi engine, bahan bakar pernikahan massal. Mahasiswa kita bisa diserap atau berwirausaha" ujar Wikan.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id