Sekolah di Zona Kuning Bakal Dibuka

    Nur Azizah - 13 Juli 2020 14:10 WIB
    Sekolah di Zona Kuning Bakal Dibuka
    Sekolah. Foto:MI/Bary Fathahillah
    Jakarta: Pemerintah berencana membuka kembali sekolah di wilayah dengan risiko rendah virus korona atau zona kuning. Namun, mekanisme pembukaan sekolah ini masih digodok.

    "Menyangkut sekolah, Gugus Tugas hanya rekomendasikan untuk sekolah di zona hijau. Tapi, kami sedang memikirkan permintaan masyarakat agar zona kuning pun diizinkan," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

    Menurut dia, Gugus Tugas masih berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mencari formula yang pas. Bila disetujui, jumlah siswa yang masuk harus dibatasi.

    "Hanya maksimal dua kali ikut kegiatan. Presentase pelajar di ruangan tak boleh lebih dari 25-30 persen," ujar jenderal bintang tiga itu.

    Doni menyebut pembukaan sekolah di zona kuning berdasarkan permintaan wali murid. Lembaga survei Alvara Research Center menyatakan 45,5 persen orang tua setuju anaknya kembali sekolah dengan beragam alasan. 

    Peneliti Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan 41,3 persen orang tua menilai belajar di rumah tak efektif. Banyak anak justru memakai waktu untuk bermain ketimbang belajar.

    Sementara itu, 38 persen orang tua mengatakan anaknya bosan belajar di rumah dan 35,4 persen menyatakan anak susah belajar di rumah. Sebanyak 33 persen orang tua menyampaikan anaknya lebih banyak main keluar rumah dari pada mengerjakan tugas sekolah.

    "Sebanyak 31,3 persen menyatakan anaknya kangen belajar di sekolah. Sekitar 27 persen orang tua tidak memiliki teknik mengajar yang baik dan 23,6 persen belajar di rumah menghabiskan kuota internet," kata Ali dalam diskusi daring, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2020.

    Sebanyak 22,7 persen orang tua mengatakan belum memahami substansi pelajaran. Selain itu, 14,9 persen orang tua masih bekerja sehingga sulit memantau dan mengajarkan anak.

    Baca: Kemendikbud Diminta Pastikan Kelancaran Hari Pertama Sekolah

    "Sedangkan sebanyak 54,5 persen ornag tua belum mau mengirimkan anaknya ke sekolah. Mereka masih takut dengan kondisi saat ini," ujar Ali.

    Survei ini digelar sejak 22 Juni hingga 1 Juli 2020 dengan melibatkan 1.225 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui mixed method, online survey, dan mobile assisted phone interview dengan margin of error 2,86 persen.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id