Pengamat: Opsi Penundaan PPDB Harus Dihindari

    Ilham Pratama Putra - 01 April 2020 12:20 WIB
    Pengamat: Opsi Penundaan PPDB Harus Dihindari
    PPDB 2019 di Depok. Foto: Medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno
    Jakarta: Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 harus tetap berjalan di tengah pandemi virus korona atau coronavirus disease (covid-19).  Pemerintah harus mencegah terjadinya penundaan PPDB dengan alasan apapun, karena berpotensi menghentikan semangat pendidikan.

    Pengamat pendidikan Universitas Paramadina, Totok Amin Soefianto menyebut, penundaan PPDB harus dihindari, karena berpotensi membuat proses pembelajaran juga terhenti.  Peserta didik akan kehilangan hak belajar.

    "Menunda PPDB tentu merugikan. Orang belajarkan jelas ada periodenya, dan tidak bisa ditunda. Kalau diberhentikan, untuk memulainya lagi berat. Ini harus dibiasakan dan ritmenya harus terus berjalan," ujar Totok kepada Medcom.id, Rabu, 1 April 2020.

    Baca:  Opsi PPDB Daring Paling Tepat di Tengah Pandemi Korona

    Totok mengaku dapat memahami, jika saat ini kondisinya kian sulit bagi seluruh pihak.  Namun semua pihak diminta beradaptasi dengan cepat.

    "Bagaimana sistemnya nanti semua harus ada penyusuaian yang cepat. Soal mau face to face, mau daring atau jarak jauh itu soal lain. Tapi anak didik kita harus diteruskan kebiasaan belajarnya," lanjut Totok.

    Untuk itu dia meminta Dinas Pendidikan dan sekolah di masing-masing daerah agar bisa terus melaksanakan PPDB. Untuk kondisi pandemi, sekolah diminta tetap mengikuti protokol kesehatan yang dicanangkan pemerintah.

    "Gara-gara covid ini membuat semua daerah harus memikirkan cara agar pengelolaan pendidikan mulai menggunakan sistem digital," pungkas dia.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id