KPAI Pertanyakan Kepekaan Sekolah Kasus Siswi Bunuh Diri

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 20 Januari 2020 12:42 WIB
    KPAI Pertanyakan Kepekaan Sekolah Kasus Siswi Bunuh Diri
    Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti. Foto: Dok. KPAI
    Jakarta:  Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI (KPAI) mempertanyakan peran wali kelas dan guru Bimbingan Konseling SN, siswi SMPN 147 yang bunuh diri dengan melompat dari lantai 4 sekolah.  KPAI memandang keduanya sebagai sosok orang tua di sekolah, namun tidak menunjukkan empati dan kepekaan terhadap masalah yang dihadapi SN.

    “Sejatinya, orang dewasa di sekitar anak, baik orang tua maupun guru memiliki kepekaaan sehingga bisa mendeteksi gejala-gejala depresi seorang anak, agar dapat mencegah anak-anak melakukan tindakan bunuh diri,” kata Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti menilai dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jakarta, Senin, 20 Januari 2020.

    Lebih lanjut ia menyebut, alasan remaja seperti SN yang melakukan percobaan bunuh diri bisa begitu rumit.  Namun bisa jadi itu hal biasa saja bagi orang dewasa pada umumnya. 

    “Oleh karena itu, jangan langsung menghakimi remaja yang sedang dirundung masalah,” terangnya.

    Ia juga mempertanyakan sekolah yang tak  segera melaporkan ke polisi. Sehingga pihak kepolisian dapat segera melakukan penyelidikan motif maupun kebenaran dugaan bunuh diri tersebut.  

    “KPAI akan mendalami hal ini, karena selama peserta didik berada di sekolah, maka sekolah wajib melakukan perlindungan anak,” ujarnya.

    Retno menyerahkan motif SN melakukan percobaan bunuh diri apakah karena perudungan atau masalah keluarga KPAI sepenuhnya kepada polisi.  Rencananya hari ini (Senin) KPAI akan melawat ke sekolah korban untuk melakukan pengawasan.

    “KPAI akan melakukan pengawasan ke sekolah ananda SN pada Senin siang, didampingi Sudin Pendidikan Jakarta Timur wilayah 2 dan Dinas Pendidikan Prov. DKI Jakarta,” jelasnya.

    Sebelumnya, seorang siswi tewas setelah melompat dari lantai tiga sekolahnya pada Selasa, 14 Januari 2020.  Nyawanya tak tertolong setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

    "Infonya lompat dari ketinggian, kalau enggak salah dari lantai tiga," kata Camat Ciracas Mamad, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
     
    Mamad mengungkapkan, siswi yang melakukan upaya bunuh diri tersebut mengalami luka yang cukup parah. Korban sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 20.00 wib, Selasa malam.
     
    Setelah dua hari menjalani perawatan di RS Polri, nyawanya tak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia Kamis, 16 Januari 2020 sekitar pukul 16.15 WIB.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id