comscore

Strategi Kemendikbudristek Optimalisasi Link and Match Vokasi dengan DUDI

Arga sumantri - 29 Oktober 2021 09:43 WIB
Strategi Kemendikbudristek Optimalisasi <i>Link and Match</i> Vokasi dengan DUDI
Direktur Mitras DUDI Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Saryadi Guratno. Foto: Tangkapan layar.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerapkan strategi khusus untuk mengoptimalisasi link and match pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Direktur Mitras DUDI Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Saryadi Guyatno mengatakan, strategi tersebut dikenal dengan nama 8 + i. 

"Ditjen Pendidikan Vokasi mendorong program-program yang mendukung terjalinnya kemitraan tepat antara satuan pendidikan vokasi dengan indsutri," kata Saryadi dalam webinar Media Academy bertajuk 'Optimalisasi Link and Match Dunia Pendidikan dan Dunia Industri', Kamis, 28 Oktober 2021.

 



Saryadi menerangkan, strategi pertama yang dilakukan adalah kurikulum yang disusun bersama dengan DUDI. Kurikulum ini termasuk penguatan aspek soft skills dan penguatan karakter peserta didik vokasi.

"Untuk melengkapi aspek hard skills yang melekat pada predikat pendidikan vokasi," ujarnya.

Strategi kedua, yaitu pembelajaran berbasis proyek nyata, untuk memastikan penguasaan hard skills yang didukung soft skill kuat. Ketiga, upaya menghadirkan dosen atau guru yang merupakan praktisi industri di satuan pendidikan vokasi.

"Salah satu KPI (Key Performance Indicator) aktivitas ini adalah 50 jam per semester bagi dosen atau praktisi industri untuk mengajar di satuan pendidikan vokasi," jelasnya.

Baca: Media Academy Menjadi Jawaban Menyiapkan SDM Berkualitas

Strategi keeempat, yakni program magang di DUDI selama satu semester. Kelima, sertifikasi kompetensi bagi peserta didik, atau tenaga pendidik. Aspek ini sejalan dengan apa yang dilakukan Media Academy.

Keenam, memberikan pengetahuan baru bagi pendidik, guru, atau dosen, baik dari sisi teknologi maupun kompetensi seusia standar DUDI. Ketujuh, riset terapan guna mendukung teaching industri yang dimulai dari permasalahan nyata di DUDI atau masyarakat.

"Kedelapan, komitmen serapan lulusan satuan vokasi oleh dudi atau dunia kerja," ujarnya

Sementara, Aspek i salam strategi ini mencakup berbagai kerja sama yang dapat dilakukan antara satuan vokasi dengan DUDI. Misalnya, melalui beasiswa atau ikatan dinas. 

"Barangkali dukungan dalam bentuk peralatan laboratorium, atau praktik, dan aktivitas lainnya yang didedikasikan untuk mendukung kualitas layanan pendidikan vokasi," ungkapnya.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id