comscore

70% SMK di Indonesia Sudah Menerapkan Kurikulum Baru

Citra Larasati - 25 Mei 2022 22:30 WIB
70% SMK di Indonesia Sudah Menerapkan Kurikulum Baru
Penandatanganan MoU kerja sama Ditjen Diksi dan 6 DUDI dan asosiasi. Foto: Humas Ditjen Diksi
Jakarta:  Direktorat Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menandatangani dokumen perjanjian kerja sama (PKS) serentak antara dengan enam DUDI dan satu asosiasi. Tidak sekadar penandatanganan kerja sama, namun sekaligus menerapkan uji coba kurikulum baru dalam kemitraan tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menjelaskan, untuk “link and match” memang tidak sekadar penandatangan kerja sama. “Terlebih, dengan adanya rencana kerja, ini berarti sudah diujicobakan dengan kurikulum baru,” ujar Wikan, dalam siaran persnya, Rabu, 25 Mei 2022.
Tercatat, 5.554 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tahun ini menerapkan kurikulum baru atau 70 persen dari jumlah SMK Tanah Air. Ditambah lagi, hadirnya SMK pusat keunggulan (PK) akan melatih SMK lainnya untuk berkembang.

“Karenanya, kami optimistis akan menjadi lebih dari sekadar seremonial. Terima kasih kepada perusahaan yang sudah lama bekerja sama dengan pendidikan vokasi,” tutur Wikan.

Menurutnya, kemitraan yang dibangun bertujuan untuk mencapai keselarasan sehingga proses pembelajaran relevan dengan kebutuhan dunia kerja, baik di masa kini maupun masa depan. Pada era yang kian dinamis saat ini, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang sesuai standar industri. 

“Terwujudnya keselarasan melalui penguatan kemitraan akan menghasilkan SDM vokasi yang mampu meningkatkan daya saing industri. Artinya, vokasi hari ini sangat berkaitan bahkan berkontribusi pada keekonomian negara," tutur Wikan.

Kesepakatan tersebut dilakukan oleh Childfund International, PT Komatsu Indonesia, PT Pegadaian, PT Tira Austenite, PT Educa Sisfomedia Indonesia (Gamelab), Oracle Academy, dan PT Commeasure Solutions Indonesia (Reddoorz). 

Wikan menambahkan, kemitraan yang dibangun harus diupayakan melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan (mutual benefit). Sebagai penerima manfaat atau pengguna lulusan SDM vokasi, DUDI harus digandeng untuk berperan aktif mulai dari proses penyusunan kurikulum yang sesuai kebutuhan hingga pada penyerapan lulusannya. 

Kendati demikian, Wikan menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh satuan pendidikan vokasi adalah mengejar ketertinggalan dari DUDI yang dari sisi teknologi maupun inovasi bergerak lebih cepat dibandingkan dunia pendidikan. "Walaupun tidak mungkin pendidikan dapat mengejar ketertinggalan, setidaknya dapat mengurangi jarak ketertinggalan tersebut, bahkan targetnya adalah bergerak bersama menyamakan perkembangan industri," ucap Wikan. 

Lebih lanjut, penandatanganan PKS serentak ini adalah sebagai langkah awal penguatan soft skills, hard skills, dan pengenalan karakter budaya kerja bagi peserta didik vokasi yang nantinya diharapkan dapat memberikan perspektif tentang kontribusi vokasi yang dapat dikolaborasikan pada industri pengguna. Dengan semakin banyaknya industri yang terlibat, diharapkan mampu mendorong DUDI lainnya untuk turut berkontribusi terhadap pendidikan vokasi. 

"DUDI yang hadir dan terlibat sedikit banyak telah berkolaborasi dengan pendidikan vokasi, namun kami lebih mengharapkan agar hubungan ini dapat berlanjut pada level yang paripurna," terangnya.

Menurut Wikan, langkah penguatan hubungan merupakan keniscayaan yang wajib dilakukan untuk lebih lanjut mereplikasi implementasi kerja sama.  "Tentunya meningkatkan kualitas kerja sama agar lebih mendalam, menyeluruh, dan berkelanjutan," imbuh Mantan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada itu. 

Sasaran kerja sama yang tercantum dalam PKS, meliputi implementasi paket 8+1 link and match yang dituangkan dalam ruang lingkup perjanjian tersebut, yaitu penyelarasan kurikulum dengan DUDI, pembelajaran berbasis proyek riil dari industri, peningkatan kompetensi bagi instruktur/guru/dosen, tenaga kependidikan dan peserta didik melalui magang dan pelatihan.

Kemudian pelaksanaan praktik kerja lapangan, pelaksanaan sertifikasi kompetensi sesuai standar dan kebutuhan dari industri, penyediaan instruktur/guru/dosen tamu dari industri di satuan pendidikan vokasi, fasilitasi riset terapan untuk dukungan teaching factory, komitmen industri merekrut lulusan pendidikan vokasi; serta ditambah fasilitasi pemberian beasiswa. 

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Rencana Kerja yang telah disusun antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dengan beberapa industri sebagai tindak lanjut penandatanganan PKS sebelumnya. Beberapa pihak yang menandatangani rencana kerja, di antaranya dengan Ditjen Ketenagalistrikan,  Kementerian ESDM, PT Kawan Lama Sejahtera, PT Tera Data Indonusa (Axioo), PT LX International, PT Cipta Karsa Adikarya, Yayasan Plan International Indonesia, dan Asosiasi Game Indonesia. 

Wikan berharap, jalinan kemitraan ini mampu membentuk aliansi strategis bagi pertumbuhan ekosistem pembangunan industri nasional serta peningkatan keterampilan SDM Indonesia. “Kami berharap bahwa nantinya kemitraan yang dibangun ini menjadi bukti bahwa Pemerintah hari ini solid membangun generasi anak bangsa yang berdaya saing, serta menjamin kesejahteraan hidup dengan bekal pengetahuan dan ilmu yang mumpuni," terangnya. 

Sementara Plt. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan (Mitras) DUDI Saryadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra DUDI, dan tidak lupa menjelaskan bahwa mitra industri memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. 

Baca juga:  Manfaatkan Medsos, Salon Kecantikan Milik Alumni SMK Ini Raup Ratusan Juta Rupiah

Kemajuan pendidikan vokasi merupakan tanggung jawab semua pihak, tidak hanya Pemerintah, namun juga kalangan DUDI sebagai end user lulusan pendidikan vokasi. "Mitra dunia usaha dan dunia industri memiliki posisi strategis dalam pendidikan vokasi, oleh karena itu, Direktorat Mitras DUDI terus berupaya mendorong keterlibatan dunia usaha dan dunia industri serta asosiasi dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia," tutup Saryadi.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id