comscore

Bambang Rahino, Rektor 'Pengembang' Unair Tutup Usia

Renatha Swasty - 27 Mei 2022 19:54 WIB
Bambang Rahino, Rektor Pengembang Unair Tutup Usia
Rektor Unair periode 1993-1997 Bambang Rahino Setokoesoemo meninggal dunia. DOK Unair
Jakarta: Univeritas Airlangga (Unair) berduka. Rektor Unair periode 1993-1997 Bambang Rahino Setokoesoemo meninggal dunia di RS Husada Utama Surabaya pada Selasa, 24 Mei 2022.

Kabar kepergian Rektor ke-9 Unair itu dengan cepat tersebar luas dan menimbulkan duka mendalam dari sejumlah kalangan. Bambang Rahino lahir di Surabaya pada 19 April 1935.
Dia lulus dokter pada Fakultas Kedokteran (FK) Unair pada 1962, lalu meraih Brevet Ahli Anatomi Histologi di FK Unair pada 1970. Dalam perjalanan pendidikannya, Bambang Rahino sempat mengenyam pendidikan Post Graduate Course in Anatomy, Portland Medical School, Oregon, USA.

Kemudian, dikukuhkan menjadi Guru Besar FK Unair dalam Bidang Ilmu Anatomi Histologi dengan pidato pengukuhan bertajuk Masalah Pengaruh Lingkungan pada Perkembangan Embrio. Berbagai ucapan duka cita mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Rektor Unair Muhammad Nasih.

“Segenap keluarga besar Universitas Airlangga turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum khusnul khotimah,” ujar Nasih dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat, 27 Mei 2022.

Nasih menyebut Bambang Rahino banyak berjasa dan berkontribusi besar kepada kampus yang dikenal dengan motonya Excellence with Morality, termasuk dalam pengembangan Unair sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia. Seperti perluasan kampus C di wilayah Mulyorejo, yang kini telah berubah menjadi pusat administrasi dan akademik Unair.

Alumnus Fakultas Ekonomi Unair Ahmad Cholis Hamzah  turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Dia mengenang Bambang Rahino sebagai sosok dengan integritas dan intelektualitas yang sangat kuat.

“Di balik kesederhanaannya, nampak sangat kuat integritas dan intelektualitasnya. Saya ingat beliau salah satu tokoh Unair yang ikut mengembangkan kampus C dan yang meresmikan penggunaan gedung FKM Unair Tahun 1995. Di bawah kepemimpinan beliau, intellectual environment di Unair sangat menonjol,” kata Ahmad.

Sejumlah guru besar Unair juga memiliki kenangan tersendiri terhadap almarhum. Salah satunya, Guru Besar Sekolah Pascasarjana Unair Suparto Wijoyo.

Dia menyebut Bambang Rahino telah membawa perubahan dan warna kecendekiawanan di Unair. “Pada masa kepemimpinan beliau, saya sedang menempuh pendidikan magister dan daftar program doktor,” beber dia.

Selain itu, atmosfer keilmuan dibangun penuh dedikasi dan layanan pendidikan sangat prima pada zamannya. “Beasiswa digelontorkan dan pembayaran yang cair sesuai kebutuhan kami mahasiswa dari luar kota saat itu. Berapa ribu mahasiswa yang menikmati program beasiswa di masa beliau tentu akan selalu mengenang dan memberikan doa terbaiknya bagi almarhum,” kata dia.

Suparto turut mendoakan almarhum Bambang Rahino, sang semburat cahaya dari timur, selaksa alunan lagu. “Bang-bang wus rahino, bang-bang wus rahino, srengengene muncul, muncul, muncul, sunar sumamburat. Pengabdian beliau tentu menjadi jalan cahaya bagi kami,” kata dia.

Semasa hidupnya, beberapa jabatan struktural pernah diemban oleh Bambang Rahino. Seperti pada 1968 hingga 1979 sebagai Kepala Bagian Anatomi Histologi FK Unair, Ketua Jurusan Umum Kedokteran Dasar Umum FK Unair 1980-1993, lalu menjabat sebagai Rektor Unair periode 1993-1997. Bambang Rahino juga pernah menjadi Anggota DPR-RI pada periode 1997-1999.

Di bidang organisasi, suami Retno Astoeti Soetanti itu juga aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sejak 1962, termasuk juga pada Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAA) sejak 1970 dan pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Baca: Peringati Hari Reformasi, BEM FEB UNAIR Angkat 5 Isu yang Harus Dituntaskan

 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id