comscore

Viral Sesajen Ditendang di Semeru, Dosen UB: Bukan Cara Dakwah Wali Songo

Daviq Umar Al Faruq - 13 Januari 2022 17:55 WIB
Viral Sesajen Ditendang di Semeru, Dosen UB: Bukan Cara Dakwah Wali Songo
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB), Akhmad Muwafik Saleh. Foto: Medcom.id/Daviq Umar
Malang: Peristiwa sesajen yang ditendang di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan berbagai pihak. Termasuk, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya (UB), Akhmad Muwafik Saleh.

Muwafik menyatakan, dalam pendekatan komunikasi dakwah, aksi itu dinilai kurang tepat dan jauh dari sikap bijaksana. Ia menilai kejadian sesajen yang ditendang tak mencerminkan kegiatan dakwah yang pernah dilakukan Wali Songo. 
"Dari sinilah kita kemudian memahami mengapa dakwah Wali Songo lebih mengedepankan sikap toleransi atas keberagaman keyakinan masyarakat Jawa saat itu,” katanya, Kamis 13 Januari 2022.

Muwafik menekankan, dalam menyebarkan Islam, Wali Songo tidak menyalahkan dan membumihanguskan keyakinan yang telah kokoh tumbuh di tengah masyarakat. 

"Dia juga tidak melakukan akrobasi tendangan sesajen seperti yang viral saat ini," tutur pria yang juga pengasuh Ponpes Mahasiswa Tanwir Al Afkar ini.

Muwafik tak membayangkan jika kemudian dulu Wali Songo juga membuang sesajen yang sudah menjadi kebiasaan atau budaya saat itu. Maka tentu yang muncul adalah penolakan terhadap agama Islam. 

"Kalau seperti itu pasti ada resistensi dari masyarakat tidak hanya pada keberadaan para pendakwah tersebut bahkan terhadap agama Islam," ungkapnya.

Baca: Peran Lembaga Pendidikan Dibutuhkan untuk Ciptakan SDM Unggul

Dia menilai jika ada kelompok masyarakat yang melakukan tindakan sosial yang dianggap menyalahi syariat Islam maka hal itu adalah bagian dari sebuah proses budaya dan pemahaman nilai Islam yang belum final. 

"Pada sisi inilah peran dakwah perlu dilakukan. Jangan petentang petenteng dalam melakukan dakwah Islam dengan mudah menyalahkan orang lain, membid'ahkan pemahaman yang berbeda bahkan mengkafirkan setiap yang berseberangan," tutur Muwafik.

Pria yang sedang menyelesaikan program doctor di UB ini meminta seorang dai dapat memperoleh penerimaan atas komunikasi dakwah yang dilakukannya. 

"Karena sikap bijak dalam berdakwah tentu harus lebih diutamakan daripada semata menyampaikan pesan dakwah itu sendiri,” terang Muwafik.

Sebelumnya diberitakan, Polda Jawa Timur membentuk tim untuk mengusut seorang pria menendang sesajen di kawasan Semeru. Kejadian ini viral dan mendapatkan tanggapan dari putri sulung Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid.

"Kami telah membentuk tim untuk mencari pria yang ada dalam video tersebut. Menurut informasi yang beredar di sana, dugaannya adalah dari salah satu relawan yang ada di situ. Kita masih melakukan pencarian juga monitoring media sosialnya yang naikkan (videonya) itu," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko, di Surabaya, Senin, 10 Januari 2022.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id