UNJ: 'Kampus Merdeka' Adalah Berkah

    Ilham Pratama Putra - 27 Januari 2020 21:09 WIB
    UNJ: 'Kampus Merdeka' Adalah Berkah
    Rektor UNJ, Komarudin. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin menyebut kebijakan Kampus Merdeka bagaikan berkah bagi Perguruan Tinggi.  Dia mengapresiasi empat kebijakan yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tersebut.

    "Karena memang ini yang diinginkan perguruan tinggi. Karena ada otonomi yang luas, ada kemerdekaan, hal tadi itu sungguh luar biasa, ini terobosan revolusioner," kata Komarudin dalam dialog pendidikan, di Jakarta, Senin 27 Januari 2020.

    Secara pribadi, Komarudin mengakui, kebijakan inilah yang selama ini ditungu-tunggu oleh UNJ. Salah satunya yakni pembukaan program studi (prodi) baru.

    Menurut Komarudin, prodi-prodi baru akan memperluas rumpun ilmu demi menjawab tantangan zaman.  Mahasiswa akhirnya dapat memilih prodi yang sesuai tuntutan zaman.

    "Selanjutnya reakreditasi juga sangat tepat, karena yang dilakukan reguler selama ini, yang A bisa jadi B saat direakreditasi, padahal kualitasnya sama.  Selama ini akreditasi sangat bergantung pada asesornya," ujarnya.

    Dengan penilaian yang bersifat otomatis, maka tidak diperlukan akreditasi berkala secara periodik. Ke depan, perguruan tinggi dapat mengajukan reakreditasi hanya jika perguruan tinggi tersebut merasa siap untuk memperbaiki akreditasinya.

    Lebih lanjut yakni soal Perguruan Tinggi yang akan naik kelas menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH).  Komarudin menilai hal tersebut akan memberikan kebebasan bagi kampus Badan Layanan Umum (BLU) maupun Satuan Kerja (Satker).  Nantinya UNJ yang saat ini masih berstatus BLU bakal mampu memanajemen keuangannya secara mandiri.

    "Jadi kalau sudah PTNBH kami diberikan keleluasaan untuk mengelola keuangan, pengelolaan sumber daya manusia dan sebagainya," jelas Komarudin.

    Terakhir, perkara kuliah di luar prodi dan luar kampus selama maksimal tiga semester secara sukarela juga disambut positif. Pihaknya mengaku tak akan berdebat soal pengembangan mahasiswa di luar kelas maupun belajar di prodi lainnya.

    "Kualitas Perguruan Tinggi harus bagus, tapi yang paling penting mahasiswanya. Yang ini menginginkan lulusannya in line dengan kebutuhan dunia industri dan kerja," pungkas Komarudin.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id