Kemenkeu Setujui Bantuan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren

    Citra Larasati - 17 Juli 2020 09:09 WIB
    Kemenkeu Setujui Bantuan Rp2,6 Triliun untuk Pesantren
    Ilustrasi Pesantren. Foto: MI
    Jakarta:  Kementerian Keuangan menyetujui usulan Kementerian Agama untuk memberikan bantuan kepada pesantren dalam penanganan dampak covid-19. Bantuan adaptasi baru sebesar Rp2,59 triliun rupiah yang menjadi bagian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini telah tersedia anggarannya dalam DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. 

    Direktur Jenderal Anggaran Askolani mengatakan, selain dukungan anggaran, pemerintah juga menyiapkan dukungan pemenuhan sarana prasarana serta dukungan kesehatan guna membantu adaptasi kebiasaan baru di pesantren.  Dukungan untuk pesantren ini utamanya akan melalui Kementerian Agama yang selama ini mengelola pesantren, dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan mendukung pembangunan sarana dan prasarana di pesantren.

    "Catatannya, dukungan dari PU ini bukan hanya berlaku untuk tahun 2020 saja, tapi juga akan dilanjutkan ke depan. Ketiga, dari Kemenkes nanti akan mendukung bila dibutuhkan peralatan kesehatan, serta bantuan perlindungan kesehatan lainnya,” ungkap dalam keterangan persnya, Kamis, 16 Juli 2020.

    Sementara, Plt Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Kamaruddin Amin mengaku bersyukur dengan persetujuan anggaran yang telah diberikan Kemenkeu. “Semua (anggaran) sudah ada di dalam DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Saat ini tantangan bagi kami adalah melakukan realisasi anggaran tersebut dengan cepat, akuntabel, dan tepat sasaran,” ujar Kamaruddin. 

    Baca juga:  Wapres: Rp2,6 Triliun Disiapkan untuk Pesantren dan Diniyah

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kementerian/Lembaga yang telah mendukung upaya adaptasi kebiasaan baru di lingkungan pesantren. Kamaruddin menyampaikan, saat ini terdapat 28.231 pesantren di seluruh Indonesia.

    “Ada pun program bantuan ini akan diberikan kepada 21.173 lembaga atau sekitar 75 persen dari jumlah total pesantren yang ada di Indonesia,” ungkap Kamaruddin. 

    Anggaran yang disiapkan ini menurut Kamaruddin akan diberikan dalam bentuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Pembelajaran Daring bagi pesantren.

    “Untuk BOP, nilainya sejumlah Rp2,38 triliun, yang terdiri dari Rp645,7 miliar untuk 21.173 pesantren 621,5 miliar untuk 62.153 lembaga Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), serta Rp 1,12 triliun akan diberkan kepada 112.008 Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ),” sebut Kamaruddin. 

    Untuk besaran BOP bagi MDT dan LPQ akan diberikan masing-masing sebesar Rp10 juta per lembaga. Sementara, besaran BOP untuk masing-masing pesantren berbeda-beda untuk masing-masing kategori.

    “Kita membagi tiga macam kategori pesantren, yaitu kecil, sedang dan besar,” kata Kamaruddin.

    Berdasarkan data, terdapat 14.906 lembaga pesantren kategori kecil yang akan diberikan BOP masing-masing Rp25 juta. Sementara bantuan pesantren sedang akan diberikan bagi 4.032 lembaga, masing-masing sebesar Rp40 juta.  Sedangkan bantuan pesantren besar akan diberikan bagi 2.235 lembaga masing-masing sebesar Rp50 juta.

    “Di samping itu, Pemerintah juga menyiapkan bantuan pembelajaran daring senilai Rp211,73 miliar. Bantuan ini akan diberikan kepada 14.115 lembaga, masing-masing sebesar Rp15 juta rupiah,” ungkap Kamaruddin. 

    Melengkapi Kamaruddin, Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Purwanto menyampaikan BOP bagi pesantren, MDT, dan LPQ hanya akan diberikan satu kali bagi masing-masing lembaga. Sementara bantuan pembelajaran daring hanya diberikan kepada pesantren yang saat ini belum melakukan pembelajaran langsung atau tatap muka. 

    “Untuk bantuan pembelajaran daring yang sebesar Rp15 juta itu, akan diberikan selama tiga bulan, masing-masing sebesar Rp5 juta per bulan,” ungkapnya.

    Tak hanya pesantren dan lembaga pendidikan Islam, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi lembaga pendidikan agama lainnya. “Kami juga menyiapkan bantuan operasional dan internet bagi lembaga pendidikan keagamaan di bawah naungan Ditjen Bimas Kristen sebesar Rp10,5 miliar. Ini diperuntukkan bagi 300 lembaga,” ujar Purwanto. 

    “Sementara untuk agama lainnya, kami masih menunggu pengajuan dari masing-masing Bimas. Khususnya bagi lembaga pendidikan yang sejenis dengan pesantren di mana peserta didiknya juga menginap,” imbuh Purwanto.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id