KPAI: Sekolah Belum Siap Jalankan Kenormalan Baru

    Ilham Pratama Putra - 28 Juli 2020 10:54 WIB
    KPAI: Sekolah Belum Siap Jalankan Kenormalan Baru
    Komisioner KPAI bidang Pendidikan Reto Listyarti. Foto: Medcom/Intan Yunelia
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut sekolah belum siap menjalankan kenormalan baru dalam kegiatan belajar mengajar. Kebijakan membuka sekolah pun dinilai masih berbahaya.

    Komisioner KPAI Bidang Pendidikan retno Listyarti mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan langsung terhadap 15 sekolah jenjang SD hingga SMA/SMK di beberapa wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, dan kota Bandung pada Juni 2020. Hasilnya, kata dia, hanya ada satu sekolah yang benar-benar siap untuk melaksanakan kenormalan baru.

    "Kebijakan (membuka sekolah untuk tatap muka) seharusnya berbasis data, bukan coba-coba. Apalagi ini soal keselamatan dan kesehatan anak-anak Indonesia, untuk anak sebaiknya jangan coba-coba,” ujar Retno dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2020.

    Menurut Retno, satu sekolah yang benar-benar siap secara infrastruktur untuk kenormalan baru itu ialah SMKN 11 kota Bandung. Sedangkan, yang baru akan menyiapkan infrastruktur hanya ada lima sekolah.

    "Itu pun sebatas menyiapkan wastafel  beberapa buah di tempat-tempat yang strategis di lingkungan sekolah, dan sembilan sekolah lagi belum menyiapkan apapun kecuali sabun cuci tangan di wastafel yang memang sudah dibangun jauh sebelum pandemi covid-19," lanjutnya.

    Baca: Siswa di Papua Belajar ke Sekolah Bergantian

    KPAI mengaku melakukan survei juga kepada para guru. Survei untuk mengetahui seberapa besar kemampuan sekolah dalam menghadapi kenormalan baru. Hingga hari ini, kata dia, survei diikuti oleh 6.664  guru dari sekolah yang berbeda.

    Pertanyaan survei meliputi kesiapan sanitasi, standar kebersihan dan kesehatan, jumlah wastafel yang ada di sekolah. Kemudian, apakah sekolah telah melakukan sosialisas terkait protokol kesehatan.

    Selain itu, ditanyakan juga apakah kursi atau meja dalam ruang kelas sudah disusun setengah dari jumlah siswa selama ini. Lalu, apakah ada ruang isolasi sementara saat ada warga sekolah yang suhunya di atas 37,3 derajat, apakah sudah dipikirkan jadwal pelajaran ketika masuk separuh siswa. Modul untuk siswa yang belajar dari rumah juga menjadi poin yang disurvei.

    "Hasil sementara survei, hanya sekitar 20 persen sekolah yang siap menghadapi kenormalan baru dari infrastruktur yang sudah disiapkan saat ini," jelasnya.

    Dia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki perhatian lebih terhadap kesiapan sekolah untuk kenormalan baru. KPAI menilai Kemendikbud belum melakukan komunikasi yang intensif dengan kepala dinas, kepala sekolah, hingga orang tua, terkait pembukaan sekolah.

    "Kami belum melihat ada upaya-upaya semacam itu, lalu bagaimana Kemendikbud hendak membuka sekolah di semua zona ketika tidak memiliki data apapun di level sekolah," ujarnya.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id