Butuh Anggaran Unlimited untuk Internasionalisasi Perguruan Tinggi

    Intan Yunelia - 14 Agustus 2019 14:37 WIB
    Butuh Anggaran <i>Unlimited</i> untuk Internasionalisasi Perguruan Tinggi
    Rektor UNS, Jamal Wiwoho. Foto/Dok.UNS.
    Jakarta:  Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jamal Wiwoho berpendapat, anggaran akan menjadi kendala yang cukup serius untuk memuluskan rencana pemerintah mendatangkan rektor asing ke Tanah Air. Meski diakui, rektor asing memang memiliki jaringan dan koneksi yang luas di dunia internasional. 

    Jamal menuturkan, saat ini Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia jumlahnya 122 PTN. Sementara itu perguruan tinggi swasta (PTS) ada sekitar 4.500. Pemerintah perlu mempertimbangkan ulang wacana mendatangkan rektor asing.

    “Soal ini tentu tidak serta merta menjadi masalah, hanya saja perlu dipikirkan kembali. Karena (perguruan tinggi) memang perlu internasionalisasi, tapi perlu budget yang unlimited juga untuk itu,” kata Jamal kepada Medcom.id, Rabu 14 Agustus 2019.

    Dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura, jelas anggaran untuk perguruan tinggi sangat timpang. Menginternasionalisasi perguruan tinggi dengan mendatangkan rektor asing jangan sampai terkesan dipaksakan. 

    Jamal membandingkan, satu PTN di Singapura dana yang digelontorkan pemerintah mencapai USD2 miliar atau kira-kira Rp27 triliun. Sementara di Indonesia, Kemenristekdikti saja hanya dianggarkan Rp41 triliun untuk semua perguruan tinggi.

    "Bayangkan itu kalau digunakan untuk internasionalisasi untuk dua PTN saja itu masih kurang. Kita paham betul network is very important. Tapi tidak hanya sekadar network saja kan. Konsultan-konsultan juga lebih bagus, tapi kemudian menggawangi secara langsung itu sering berbeda kultur, disiplin dan jelas itu juga soal budget,” ujar Jamal.

    Baca:  Regulasi Rekrutmen Rektor Asing Disiapkan

    Pemerintah akhirnya kembali mewacanakan mengundang akademisi luar negeri untuk menjadi rektor dan dosen di Indonesia. Wacana ini sempat muncul 2016 lalu, dan mendapatkan penolakan dari pihak perguruan tinggi dalam negeri.
     
    Menteri Riset Teknologi dan Pendidikam Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir bahkan mengaku wacana ini telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam rapat kabinet pekan lalu tepatnya setelah presiden bertemu dengan rapper Rich Brian, wacana untuk mengundang akademisi luar negeri untuk menjadi rektor dan dosen di PTN ini kembali mencuat.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id