Antrean Awal Dapat Prioritas di PPDB Informasi Keliru

    Intan Yunelia - 20 Juni 2019 07:07 WIB
    Antrean Awal Dapat Prioritas di PPDB Informasi Keliru
    Pendaftaran PPDB di salah satu sekolah di Jakarta, Medcom.id/Intan Yunelia.
    Jakarta: Beredar informasi keliru di masyarakat tentang prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan sistem zonasi. Isu yang beredar: siswa yang paling cepat mendaftar otomatis berpeluang besar diterima langsung di suatu sekolah.

    Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, informasi di atas keliru, tidak seperti tertuang Permendikbud Nomor 51 tentang PPDB.  "Isu keliru ini yang banyak memicu antrean panjang sejak dini hari di sekolah-sekolah," kata Retno saat Konferensi Pers tentang PPDB di Kantor KPAI, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.

    Permendikbud No. 51 menyebutkan; ‘Disarankan mendaftar lebih awal, karena pertimbangan pertama, yakni jarak zonasi, nilai UN, dan USBN serta usia calon peserta sama, maka yang diterima adalah yang mendaftar terlebih dahulu’.

    “Ini kunci kenapa pendaftaran terjadi," ujar mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini.

    Baca:  Kemendikbud: Orangtua Tidak Perlu Antre Sejak Subuh

    Retno memberi contoh, jika di sebuah sekolah memiliki daya tampung 300 siswa baru, lalu kebetulan ada beberapa siswa di urutan terakhir (300) yang jarak rumah ke sekolahnya sama persis, maka seleksi berikutnya akan melihat nilai UN atau USBN. "Nilai UN dan USBN yang lebih tinggi dari siswa yang jaraknya sama, itu yang akan diloloskan," terangnya.

    Kemudian, jika ternyata dari anak tersebut nilai UN dan USBN-nya juga sama persis, sekolah dapat menggunakan alat seleksi lain, yaitu usia. Makin tua usia anak, maka peluang untuk diterima semakin besar.

    Namun jika ternyata secara kebetulan lagi, tanggal lahir baik bulan dan tahunnya sama, baru digunakan alat seleksi terakhir, yakni diperhitungkan siswa mana yang mendaftar lebih dahulu.  "Karena pendaftaran online itu bisa kelihatan jam mendaftarnya, di jam dan menit ke berapa, maka barulah yang mendaftar lebih dulu dapat diprioritaskan untuk diterima," beber mantan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini.

    Baca: Antre dari Pagi untuk Bisa Daftar PPDB

    Karena isi Permendikbud itulah, kata Retno, yang membuat masyarakat menjadi salah anggap. Mereka mengira, siapa yang paling pertama mendaftar di zonasi terdekat akan diterima secara langsung. Padahal ada ketentuan lain yang menyebabkan alat seleksi terakhir itu digunakan, yakni urutan pendaftar yang menjadi prioritas.

    “Jadi masyarakat kita langsung bilang mendaftar lebih dulu itu diterima langsung kan, nah itu keliru pemahamannya, salah,” papar Retno.

    Sebelumnya, dalam proses pendaftaran PPDB di sejumlah sekolah di daerah, banyak orangtua memilih mengantre sejak subuh untuk mendapat antrean awal. Bahkan tidak sedikit orangtua yang juga memilih bermalam di sekolah karena khawatir anaknya tidak mendapat sekolah hanya karena mendapat urutan akhir saat mendaftar.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE
    MORE

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id