Nadiem Siapkan Aplikasi Layanan Pendidikan Terpadu

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 02 Juli 2020 12:48 WIB
    Nadiem Siapkan Aplikasi Layanan Pendidikan Terpadu
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan Layar Zoom.
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebut tengah menyiapkan aplikasi yang menyediakan berbagai layanan untuk dunia pendidikan. Program ini disebut merupakan bagian dalam peta jalan pendidkan Indonesia 2020-2035.

    "Lima tahun kedepan ini, super aplikasi yang akan kami bangun untuk sistem pendidikan akan memperkuat semua objektif Merdeka Belajar kita," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.

    Menurut Nadiem, aplikasi ini dapat digunakan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari siswa, guru, kepala sekolah dan pemerintah. "Tetapi semuanya terintegrasi. Ini akan membantu meringankan beban administratif guru-guru kita, kepala sekolah kita," ujarnya.

    Aplikasi terpadu ini disebut bisa juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mencari ilmu secara mandiri. Bahkan, diklaim bisa meningkatkan kapasitas guru dalam mengetahui kompetensi siswa melalui tes daring.

    "Bisa mengetahui level apa yang tepat untuk murid-muridnya dia melalui asesmen online," jelasnya.

    Baca: UTBK di ITS, Simak Protokol Kesehatan yang Wajib Dipatuhi

    Menurut Nadiem, aplikasi ini juga bisa untuk menjaga transparansi penggunaan anggaran di sekolah. Contohnya, kata Nadiem, aplikasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) online, yang ditujukan untuk kepala sekolah. Lewat aplikasi ini, kepala sekolah disebut bisa lebih efektif melakukan semua pembelajaan anggaran, dengan pelaporan yang bersifat otomatis.

    "Dan dia (kepala sekolah) bisa percaya diri karena aman, semua hal yang dibelikan melalui aplikasi sesuai aturan, ada jaminan mutu, bahkan ada rekomendasi pintar membantu kepala sekolah melakukan planing yang tepat," tuturnya.

    Nadiem mengatakan, kesuksesan program aplikasi layanan pendidikan terpadu ini membutuhkan sarana dan prasarana teknologi yang memadai di setiap sekolah. Butuh pula dukungan lintas kementerian.

    "Ini tidak mungkin terjadi tanpa kolaborasi kemeterian dan antara stakeholder untuk mengakselerasi akses internet dan listrik terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar)," kata dia.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id