Puluhan Pahlawan Muda Lingkungan Memukau Menteri Siti

    Media Indonesia - 22 Juni 2020 00:53 WIB
    Puluhan Pahlawan Muda Lingkungan Memukau Menteri Siti
    Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya (tengah). Foto: KLHK
    Jakarta: Aksi nyata melindungi lingkungan hidup dan kehutanan bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Anak muda, baik itu siswa sekolah dasar hingga mahasiswa, juga punya andil besar. 

    Hal ini diperlihatkan oleh puluhan anak muda yang sudah bertindak nyata menyelamatkan lingkungan dan kehutanan. Sebagai bentuk apresiasi, mereka diundang berbincang oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya secara virtual. 

    "Adik-adik adalah pahlawan cilik untuk menjaga Indonesia ke depan. Itu sudah dibuktikan dalam kerja bersama yang kita lalui," kata Siti mengawali diskusi virtual, Minggu, 21 Juni 2020.

    Siti mengapresiasi anak-anak Indonesia yang memanfaatkan waktu di rumah selama pandemi covid-19 dengan kegiatan-kegiatan positif. Terutama, bagaimana menjaga dan melindungi lingkungan hidup dengan langkah sederhana.

    "Saya menangkap kekayaan Indonesia yang luar biasa pagi ini. Kekayaan yang datang dari keberagaman alam, keberagaman adat, budaya, tata cara, dan pengetahuan pribadi," katanya. 

    Enam tahun terakhir ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumpulkan anak-anak yang berpengetahuan dan peduli terhadap lingkungan. Mereka lantas menjadi semacam duta lingkungan baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa anak muda yang sudah membuktikan aksinya antara lain:

    1. Keandra Fausta Abisha

    Siswa SD Global Mandiri Cibubur ini pernah menjalani program sehari menjadi Menteri LHK bersama dua temannya. Pada diskusi ini Fausta menyampaikan pemikirannya terkait pengelolaan sampah medis di masa pandemi covid-19. 

    Menurutnya, masker medis bekas pakai harus dikelola secara baik. "Agar virus korona tidak semakin menyebar akibat sampah masker yang tidak terkelola," kata dia.

    2. Faiz Ramadhan Putra Suhaerim

    Kemudian ada pula Faiz Ramadhan Putra Suhaerim. Siswa SD Global Mandiri Cibubur ini bercerita tentang pengalamannya ikut ke Pulau Komodo pada program peringatan Hari Peduli Sampah 2020. 

    "Sangat senang sekali melihat langsung hewan komodo di habitatnya. Semoga pariwisata di Pulau Komodo semakin maju dan pengelolaan sampahnya juga semakin baik," ujar dia.

    Selain keduanya, ada juga siswa dan siswi dari SD, SMP, dan SMA Lembaga Pendidikan Nasional Satu Pondok Gede. Mereka bercerita tentang sekolahnya yang mengajarkan peduli lingkungan. Mulai dari memilah sampah hingga ada hari khusus untuk merawat lingkungan sekolah. 

    Ada pula siswa dari Cikal Harapan Islamic Elementary School, Lab School Junior High School, SMA Mardi Yuana Bogor, dan SMP Jakarta Intercultural School.

    Selain siswa sekolah, hadir pula aktivis muda peduli lingkungan, yakni:

    3. Swietenia Puspa Lestari 

    Swietenia Puspa Lestari adalah aktivis dari Divers Clean Action (DCA). Dia merupakan salah satu panelis di Paviliun Indonesia, COP 23 UNFCCC, Bonn, November 2017. Tenia merupakan co-founder dan executive director Divers Clean Action, komunitas peduli kebersihan laut yang mengajak para penyelam untuk memungut sampah dari dasar laut saat menyelam. 

    Akibat aktivitas itu Tenia juga dinobatkan sebagai BBC’s 100 Most Inspiring and Influential Women 2019, Forbes’30 under 30 Asia’s Social Entrepreneurs 2020, dan Invitee Obama Foundation Leaders Asia-Pacific Forum, Malaysia, Desember 2019.

    4. Yohanes Kevin Hendrawan dan Nesha Ichida 

    Selanjutnya, ada Yohanes Kevin Hendrawan dan Nesha Ichida dari Youth4Arctic. Keduanya sempat berpartisipasi sebagai panelis di Paviliun Indonesia pada ajang konferensi perubahan iklim (COP 21 UNFCCC), Paris, November 2015. 

    Kevin saat ini merupakan youtuber aktif dan memiliki 1,83 juta pengikut (subscribers) dengan konten-kontennya terkait gaya hidup dan pariwisata. Adapun Nesha Ichida merupakan co-founder dan advisory board dari Divers Clean Action.

    5. Assruro Wildan Mukholadun dan Muhammad Rafa Ibnusina Jafar 

    Kemudian ada Assruro Wildan Mukholadun yang menjadi panelis di Paviliun Indonesia, COP 22 UNFCCC, Marrakesh, November 2016. Selanjutnya, Muhammad Rafa Ibnusina Jafar yang juga menjadi panelis di Paviliun Indonesia, COP 22 UNFCCC, Marrakesh, November 2016. 
    Rafa merupakan co-founder Komunitas Pengumpul Sampah Elektronik “EwasteRJ” (17 dropbox spot di 9 kota), Penulis buku “E-Waste: Sampah Elektronik”, dan peraih Ashoka Young Changemaker 2019. Saat ini dia bersekolah di SMA Taruna Nusantara.

    6. Alfa Ahoren

    Dari Papua ada Alfa Ahoren yang menjadi panelis di Paviliun Indonesia, COP 24 UNFCCC, Katowice, Desember 2018. Alfa juga aktif dalam komunitas cinta lingkungan bagi anak muda Papua sebagai bentuk pergerakan menjaga dan mencintai bumi. 

    7. Laetania Belai Djandam dan Adinda Nanda Saraswati 

    Lalu ada Laetania Belai Djandam dan Adinda Nanda Saraswati yang merupakan panelis di Paviliun Indonesia, COP 25 UNFCCC, Madrid, Desember 2019. Laetania merupakan anggota Dayak Youth Community. 

    Laetania adalah mahasiswa jurusan S1 Health and Human Sciences, the University of Sheffield. Ia merupakan volunteer di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) dengan fokus di bidang Planetary Health (kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia). Ia juga anggota Komunitas Bogor Mengabdi (bidang lingkungan, Bogor Lestari).

    8. Ramadhan Subakti 

    Selain itu ada Ramadhan Subakti yang juga menjadi Panelis di Paviliun Indonesia, COP 25 UNFCCC, Madrid, Desember 2019. Anggota Pramuka Saka Wanabakti, Kalpataru Kwartir Nasional ini terpilih mewakili gerakan Pramuka untuk menyuarakan  pengendalian perubahan iklim. 

    9. Sigit Ibrahim 

    Lalu ada Sigit Ibrahim yang merupakan kepala perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa, The Aspinall Foundation. Sigit juga anggota satgas damkar hutan, Pamswakarsa Cagar Alam G Tilu, BBKSDA Jabar dan Anggota Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I). 

    Sigit pernah membantu KLHK sebagai saksi Ahli Penanganan Penegakan Hukum Kehutanan TSL Dirjen Gakkum 2020 dan Polda Jabar 2019. 

    10. Octavia Rungkat Tuani

    Terakhir ada Octavia Rungkat Tuani, pemenang UN Equator Prize 2019 dan Kalpataru 2019. Octavia berasal dari masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik.

    Butuh banyak anak muda

    Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Rhuanda Agung Suhardiman, memuji aksi-aksi nyata dari para pelajar muda Indonesia tersebut. Ia berharap semakin banyak anak muda yang peduli terhadap lingkungan.

    "Agar kualitas lingkungan hidup di Indonesia semakin baik. Raise voice not your noise untuk aksi penanggulangan perubahan iklim," kata Rhuanda.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id