Nadiem Bakal Lanjutkan Program Kampus Mengajar Perintis

    Ilham Pratama Putra - 24 Desember 2020 14:16 WIB
    Nadiem Bakal Lanjutkan Program Kampus Mengajar Perintis
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar.



    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal melanjutkan program Kampus Mengajar Perintis pada 2021. Program tersebut dinilai berhasil untuk terus mempertahankan proses belajar mengajar bagi siswa di tengah pandemi covid-19.

    "Dengan program ini sehingga kita bisa mengakseslerasi pendidikan Indonesia, sampai bertemu di program kampus mengajar 2021," ungkap Mendikbud Nadiem Makarim, pada penarikan Mahasiwa dan Penutupan program Kampus Mengajar Perintis melalui YouTube Ditjen Dikti Kemendikbud, Rabu, 23 Desember 2020.

     



    Di luar itu, mahasiswa sebagai penggerak program, juga dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka di masyarakat. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan peran pengabdiannya pada masyarakat.

    "Dari sini kita melihat pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab sekolah, guru dan kementerian. Kita semua bisa dan harus berperan dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa," lanjut Nadiem.

    Nadiem berharap, pada Kampus Mengajar Perintis 2021, mahasiswa dapat mengembangkan inovasi mereka. Hal ini agar dampak program tersebut masif dirasakan siswa.

    Baca: 2.389 Mahasiswa Selesaikan Tugas Mengajar di Ratusan SD

    "Tahun depan, semoga akan lebih banyak lagi inisiatif yang dikeluarkan. Dan mahasiswa kembali berperan dan berpartisipasi aktif. Bagi teman-teman mahasiswa ini yang namanya Kampus Merdeka," jelas dia.

    Sebanyak 2.389 mahasiswa di dari seluruh Indonesia turut dalam program Kemendikbud yakni kampus mengajar perintis. Mereka terjun ke hingga 686 Sekolah Dasar (SD) untuk membantu para guru dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi covid-19.

    Nadiem pun menceritakan kreatifitas dan inovasi mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran. Mulai dari membuat papan tulis dari pasir, mengadopsi ilmu teknik sipil untuk membuat alat peraga hingga menjadi pelatih dalam mengadopsi teknologi pembelajaran.

    "Itu manfaatnya tidah hanya dinikmati guru dan siswa SD di daerah penugasan, tapi lebih luas lagi pada ke seluruh daerah masyarakat setempat," ungkapnya.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id