ITB Diyakini Bakal Naik Peringkat Lewat 2 Hal Ini

    Wandi Yusuf - 15 Februari 2021 20:30 WIB
    ITB Diyakini Bakal Naik Peringkat Lewat 2 Hal Ini
    Kampus ITB. Foto: ITB/Dok.Humas



    Jakarta: Peringkat Institut Teknologi Bandung (ITB) diyakini bakal meningkat melalui dua aspek ini. Keduanya adalah ketersediaan pekerjaan bagi para alumnus dan pemenuhan kebutuhan bagi para dosen, khususnya dosen muda.

    "Alumni akan diminta meningkatkan ketersediaan pekerjaan bagi lulusan baru. Berapa besar tingkat persentase alumni bekerja setelah lulus dari kampus akan memengaruhi rangking ITB," kata Sekretaris Jenderal sekaligus calon ketua umum Ikatan Alumni (IA) ITB, Gembong Primadjaja, dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 Februari 2021. 




    Gembong menekankan, komunikasi aktif dengan para alumnus dari berbagai daerah maupun mancanegara, mampu memperbesar kemungkinan ketersediaan ruang kerja bagi para lulusan baru. Seiring dengan itu, peringkat ITB akan terkerek secara otomatis.

    Terpenuhinya kebutuhan pokok bagi para dosen juga menjadi faktor penting dalam upaya menggenjot peringkat. Dengan begitu, para pengajar mampu fokus terhadap apa yang akan diberikan kepada mahasiswa didiknya tanpa terganggu pemenuhan kebutuhan pokok.

    "Spiritnya begini, saya ingin mengajak teman-teman alumni ITB untuk bergotong-royong. Salah satunya mengusahakan hunian untuk para dosen muda. (Dosen muda) Bisa lebih tenang mengajar tanpa khawatir memikirkan kondisi anak-istrinya," kata Gembong.

    Gembong membeberkan beberapa program yang akan dijalankan bila terpilih sebagai ketua umum IA ITB periode 2021-2025. Salah satunya mengembangkan ajang Indonesianisme Summit yang saat ini menjadi panggung bagi alumni menunjukkan karyanya. Ajang itu merupakan cara untuk mempromosikan karya-karya orisinal dari civitas akademika ITB.

    "Program (Indonesianisme Summit) ini sudah berjalan lima tahun. Ke depan, kegiatan ini harus memanfaatkan teknologi digital. Harus bisa menjangkau 130 ribu alumnus," kata alumnus Teknik Mesin ITB angkatan 1986 ini.

    Baca: 4.620 Kursi Mahasiswa Baru ITB Siap Diperebutkan Lewat 3 Jalur

    Selama menjabat Sekjen IA ITB, Gembong tercatat telah menyelenggarakan Indonesianisme Summit selama tiga kali, yakni pada 2017, 2018, dan 2019. Indonesianisme Summit ini dinilai bisa mewujudkan kerja sama antara perusahaan start up milik alumni dan menampilkan produk teknologi kreasi anak bangsa.

    Selain Indonesianisme Summit, Gembong juga berfokus mengefektifkan kas dana alumni. Kas akan diputar pada bisnis-bisnis alumni yang membutuhkan. Akan dikelola tanpa bunga berdasarkan prinsip bagi hasil.

    "Ke depan, bagaimana membangun kekuatan ekonomi dari kekuatan teknologi atau science. Tantangannya, membangun tekonogi, membangun entrepreneurship di antara kalangan alumninya," kata Gembong.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id