Program Kemendikbud saat Pandemi, Relawan Mahasiswa Hingga KKN Tematik

    Ilham Pratama Putra - 13 Oktober 2020 19:56 WIB
    Program Kemendikbud saat Pandemi, Relawan Mahasiswa Hingga KKN Tematik
    Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggagas tiga program bagi mahasiswa di tengah pandemi virus korona (covid-19). Ketiga program ini guna menerjunkan mahasiswa secara langsung untuk menanggulangi covid-19 di masyarakat.

    Pada awal pandemi, Kemendikbud membentuk relawan mahasiswa yang belakangan terintegrasi dengan nama Relawan Covid-19 Nasional (Recon). Setidaknya, 15.695 relawan mahasiswa tergabung dalam gerakan kemanusiaan itu.

    "Kita mobilisasi relawan mahasiswa ini juga bersama satgas untuk membantu mitigasi. terutama dalam KIE, Komunikasi Informasi dan Edukasi. Melakukan tracing, kemudian melakukan pendampingan terhadap orang tanpa gejala," kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam, dalam konferensi virtual, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Kemudian, pihaknya juga mengarahkan kampus untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Mahasiswa diterjunkan ke masyarakat untuk mendidik siswa SD, SMP dan SMA.

    "Dan lebih dari 50.000 mahasiswa mengikuti program KKN tematik. Di antaranya mengajar ke adik-adik yang kesulitan internet, harus belajar di rumah," jelas Nizam.

    Baca: Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Perilaku Bisa Dikonversikan ke SKS

    Teranyar, Kemendikbud mendorong para mahasiswa untuk ikut sebagai agen perubahan perilaku yang digagas Satgas Penanganan Covid-19. Setidaknya, sudah ada 1.800 mahasiswa yang terlibat untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat agar taat protokol kesehatan.

    Mahasiswa akan mendapatkan bimbingan dari pihak Satgas maupun dosen pembimbing mereka saat menjadi agen perubahan perilaku di masyarakat. Mahasiswa dipercaya mampu merubah kebiasaan masyarakat yang belum taat protokol kesehatan.

    "Utamanya meningkatkan kesadaran menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Keberadaan mahasiswa di masyarakat untuk menjelaskan bahwa covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi," kata Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

    Hal ini senada dengan kampanye #ingatpesanibu dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan.

    Tidak hanya itu, untuk saat 3M menjadi kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id