Respons Laporan UNESCO, Nadiem: Kembalikan Anak ke Sekolah

    Arga sumantri - 07 April 2021 17:21 WIB
    Respons Laporan UNESCO, Nadiem: Kembalikan Anak ke Sekolah
    Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan



    Penajam:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyebut turunnya kemampuan membaca siswa selama satu tahun pandemi covid-19 adalah realitas yang harus dihadapi. Pernyataan ini disampaikan Nadiem untuk merespons laporan UNESCO yang menyebut 124 juta anak menurun kemampuan membacanya selama pandemi covid-19.

    "Itu adalah realita di seluruh dunia yang harus dihadapi, kita enggak usah tes, kita sudah tahu pasti turun kualitasnya," kata Nadiem di sela kunjungannya di SDN 25 Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 7 April 2021.






    Nadiem mengatakan, laporan UNESCO tersebut harus menjadi perhatian bersama, termasuk Kemendikbud. Upaya prioritas paling dekat untuk mengantisipasi hal tersebut, kata Nadiem, yakni mengembalikan anak ke sekolah.

    "Prioritas hari ini, kembalikan anak ke sekolah dengan protokol kesehatan," ujar Nadiem.

    Ia mengaku telah mengingatkan hal itu sejak Januari, kalau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas boleh dilakukan. Namun, tidak banyak yang melaksanakan instruksi tersebut karena pertimbangan masing-masing.

    "Sekarang tidak ada alasan, karena gurunya sudah divaksin, jadi harus segera dilakukan tatap muka terbatas," ungkapnya.

    Baca juga:  UNESCO: 124 Juta Anak Menurun Kemampuan Membacanya Selama Pandemi

    Berdasarkan studi 'Satu tahun Pandemi' yang dilakukan UNESCO, jumlah anak yang mengalami kesulitan membaca dalam satu tahun terakhir ini mengalami lonjakan di seluruh dunia.  Dari 460 juta anak di 2020, meningkat menjadi 584 juta anak atau sebanyak 124 juta anak menurun kemampuan membacanya selama pandemi covid-19.

    Masih berdasarkan laporan tersebut, kenaikan sebesar 20 persen tersebut telah menghapus capaian yang diperoleh dalam dua dekade terakhir.  Dikutip dari laman UN News, total angka penutupan sekolah sejak awal pandemi virus korona telah mengganggu kegiatan sekolah selama rata-rata 25 minggu.

    Kerugian tertinggi diproyeksikan terjadi di wilayah Amerika Latin, Karibia, Asia Tengah dan Asia Selatan.  UNESCO pun menyebut kondisi ini sebagai "bencana generasi".  Untuk itu UNESCO merekomendasikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan pendidikan.

    Di antaranya seruan untuk membuka kembali sekolah dengan dukungan yang lebih besar bagi para guru, kemudian inisiatif untuk mencegah siswa putus sekolah, dan percepatan ketersediaan perangkat pembelajaran digital.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id