comscore

Kurikulum Merdeka Dinilai Hanya Cocok Berlaku Opsional

Ilham Pratama Putra - 11 April 2022 18:32 WIB
Kurikulum Merdeka Dinilai Hanya Cocok Berlaku Opsional
Pengamat pendidikan, Darmaningtyas. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Jakarta: Kurikulum Merdeka dinilai hanya pas untuk kurikulum pilihan atau opsional. Sebab, penerapannya butuh kesiapan dan persyaratan lebih banyak.

“Untuk diterapkan di sekolah-sekolah negeri atau swasta kelas bawah, ini suatu utopia saja karena banyak kendala,” ujar pengamat pendidikan, Darmaningtyas, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI, Senin, 11 April 2022.
Dia menyebut Kurikulum Merdeka hanya cocok untuk sekolah dengan jumlah murid dalam satu kelas maksimal 15 anak. Kemudian, sekolah tersebut memiliki sarana memadai, kesejahteraan guru terjamin, dan tidak hanya bergantung dari pemerintah.

Darmaningtyas mengatakan konsep Kurikulum Merdeka masih perlu penyesuaian dengan berbagai konteks sekolah di Indonesia. Menurutnya, Kurikulum Merdeka masih hasil eksperimen dari salah satu sekolah swasta favorit saja.

“Semua persyaratan tersebut tampaknya sulit dipenuhi oleh sekolah-sekolah pada umumnya secara nasional,” tutur dia.

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang diproyeksikan menjadi kurikulum nasional pada 2024. Saat ini, satuan pendidikan masih diberi kebebasan memilih kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka, Kurikulum Darurat, atau Kurikulum 2013.

Baca: Jangan Khawatir, Kemendikbudristek Siapkan Sejumlah Hal Bantu Sekolah dan Guru Terapkan Kurikulum Merdeka
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id