comscore

Jokowi: Vaksinasi di Indonesia Tertinggi Keempat di Dunia

Antara - 17 Januari 2022 14:34 WIB
Jokowi: Vaksinasi di Indonesia Tertinggi Keempat di Dunia
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan di Dies Natalis Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Jawa Barat. Foto: Branda Antaranews.
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara degan tingkat vaksinasi covid-19 tertinggi di dunia. Indonesia menempati peringkat keempat negara terbanyak vaksinasi covid-19.
 
"Kita ini vaksinasinya nomor empat di dunia. Setelah China, Brasil, Amerika Serikat, kemudian Indonesia," kata Presiden Jokowi dalam Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Jawa Barat, Senin, 17 Januari 2022.
 
Saat ini, Jokowi mengungkapkan vaksinasi covid-19 di Indonesia sudah mencapai 297.500.000 suntikan dosis vaksin. Sebanyak 30 provinsi juga telah mencapai target di atas 70 persen penyaluran vaksin bagi masyarakat.

"Angka yang tidak kecil. (Provinsi) termasuk Jawa Barat. Karena tadi Pak Gubernur (Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil) bisik-bisik ke saya, Jawa Barat sudah 83 persen," ujarnya.
Baca: Pakar Unpad: Ada Berkah di Balik Bahaya Gunung Api
 
Ia menjelaskan penyuntikan vaksin hingga 297 juta dosis bukanlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan di Tanah Air. Sebab, Indonesia terdiri dari belasan ribu pulau.
 
Petugas vaksinasi, termasuk jajaran TNI dan Polri harus bekerja keras mendistribusikan vaksin ke daerah pegunungan, ke wilayah kepulauan, agar pembagian vaksin dapat merata.
 
"Ada yang harus naik perahu, naik sepeda motor untuk naik ke gunung. Bukan barang yang mudah. Saya sangat apresiasi TNI-Polri yang memberikan dukungan penuh dalam rangka vaksinasi ini," ujarnya.
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, saat ini kasus covid-19 harian di Indonesia juga sudah menurun drastis, dari 56 ribu kasus harian pada puncak penularan di pertengahan Juli 2021 menjadi 855 kasus pada pertengahan Januari 2022 ini.

"Kita patut bersyukur, covid-19 yang muncul di bulan Mei, pertengahan Juli 2021 yang menyebabkan kengerian di mana-mana saat itu. Lorong rumah sakit penuh, halaman rumah sakit penuh, utamanya di Pulau Jawa-Bali. Kasus harian saat itu saya ingat 56 ribu kasus harian, dan kita bersyukur hari ini kemarin kasus harian berada di angka 855 kasus," ungkap Jokowi.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id