Mahasiswa UNS Ciptakan Robot Pencari Korban Bencana

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 10 Januari 2020 15:28 WIB
    Mahasiswa UNS Ciptakan Robot Pencari Korban Bencana
    Prototipe Robot Rescue Unmounted Ground Vehicle (UGV) garapan mahasiswa UNS. Fotoh: UNS/Dok. Humas
    Jakarta:  Mencari korban pascabencana seringkali terkendala sulitnya medan.  Namun hal itu kini tak lagi jadi masalah, sebuah prototipe robot garapan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) dirancang untuk menjawab persoalan akses saat mencari korban bencana tersebut.

    Prototipe Robot ini dirancang oleh Nada Syadza Azizah, Syaifullah Filard Latifah, dan Taufik Widyastama.  Hasil kerja mereka ini diberi nama Rescue Unmounted Ground Vehicle (UGV). 

    Salah satu perancang robot, Syaifullah mengatakan, misi Rescue UGV ini untuk menjangkau zona yang tidak terjangkau manusia.  "Misalnya untuk menjangkau gunung berapi yang masih aktif, zona yang terkena kebakaran hutan dan zona yang terpapar radioaktif," ujar Syaifullah dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Jumat, 10 Januari 2020.

    Syaifullah menambahkan, alat yang dibuat sejak tiga bulan lalu ini dilengkapi dengan kamera dan infra merah.  Keberadaan infra merah Rescue inilah yang bisa mendeteksi suhu tubuh manusia.

    Ia menjelaskan, dengan infra merah manusia akan terlihat berwarna merah-kuning saat dideteksi menggunakan. Untuk kontrolnya, robot ini dikendalikan dengan jaringan internet.

    "Scan pakai kamera infra red yang bisa melihat suhu tubuh.  Bisa diketahui itu manusia apa bukan, masih hidup atau sudah meninggal," ujar dia.

    Rescue UGV ini akan terus dikembangkan, sehingga kemampuannya terus bertambah. Salah satu anggota tim lainnya, Taufik Widyastama menjelaskan, Rescue UGV bakal mempunyai pemancar portable agar bisa digunakan seluas-luasnya. 

    "Karena masih prototipe, maka masih pakai WiFi handphone atau router, jadi hanya bisa menjangkau 10 meter," kata Taufik.

    Selain itu, skala robot juga akan diperbesar, karena dalam bentuk prototipe saat ini masih berukuran mini.  "Nantinya, robot akan dibuat lebih panjang agar lebih stabil ketika melintas medan sulit, seperti saat tanah longsor atau di jurang. Ke depan robot akan dirancang supaya bisa digunakan berkomunikasi dua arah.  Saat ini robot baru bisa mentransmisikan suara dari lapangan,” terang Taufik.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id