Nadiem Sebut PGRI Banyak Memberi Masukan Konstruktif

    Citra Larasati - 28 November 2020 19:35 WIB
    Nadiem Sebut PGRI Banyak Memberi Masukan Konstruktif
    Mendikbud Nadiem Makarim (kanan) dan Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyampaikan terima kasih kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas banyak masukan konstruktif yang diberikan kepada pemerintah selama ini. Ucapan tersebut disampaikan Nadiem di Puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI, Sabtu, 28 November 2020.

    Nadiem kemudian menyebutkan, sejumlah masukan PGRI tersebut di antaranya adalag menyederhanakan administrasi guru, pemanfaatan dana BOS yang lebih fleksibel dan memudahkan sekolah. Kemudian masukan peningkatan kualitas pelatihan guru, penilaian pembelajaran sampai dengan menyelesaikan permasalahan guru honorer.

    Masukan tersebut, kata Nadiem, menjadi bahan refleksi bagi pemerintah untuk untuk terus bekerja keras dan berjuang demi melayani pendidikan di Indonesia. 

    "Dari awal Saya diberikan amanat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Saya berkomitmen untuk membangun ekosistem pendidikan Indonesia yang merdeka belajar dan selalu berpihak kepada murid. Guru adalah kunci dari transformasi ini," tegas Nadiem.

    Menurut Nadiem, memberikan kepercayaan dan peluang inovasi, mengurai tugas administrasi, memperjuangkan kesejahteraan dan memuliakan guru adalah hal yang selalu ia utamakan.

    Kemudian ia juga menyebutkan, berbagai kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung para guru.  Di antaranya penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),  penggantian Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN), pembayaran guru honorer maksimal 50 persen dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

    Baca: PGRI Minta Perluasan Listrik dan Internet untuk Sokong Pembelajaran

    Kemudian program Guru Penggerak, Guru Belajar berbagi, webinar series Guru Belajar. "Dan masih banyak lagi, seperti jangan dipaksakan guru hadir ke sekolah, memberikan bantuan kuota data internet dan bantuan subsidi upah kepada sekitar dua juta pendidik dan tenaga kependidikan honorer atau non PNS," sebut Nadiem.

    Upaya ini, kata Nadiem, dikerjakan dengan sungguh-sungguh agar pembelajaran tak terhenti dan ekonomi guru terlindungi. "Kami sangat upayakan agar Indonesia dapat fokus memberikan pembelajaran yang terbaik dan menyenangkan untuk generasi penerus bangsa," ujarnya.

    Nadiem mengatakan, perayaan Hari Ulang Tahun ke 75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ini merupakan momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan masyarakat. "Begitu banyak capaian yang telah dilakukan bersama-sama selama satu tahun terakhir dan masih banyak lagi tantangannya. Masih banyak lagi yang perlu kita kerjakan bersama, gotong royong bahu membahu," tutup Nadiem.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id