Kompetisi Pesparawi Mahasiswa XVI Dimulai Hari Ini

    Citra Larasati - 02 November 2020 23:59 WIB
    Kompetisi Pesparawi Mahasiswa XVI Dimulai Hari Ini
    Rektor Untar, Agustinus Purna Irawa. Foto: Dok. Untar
    Jakarta:  Universitas Tarumanagara (Untar) menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Nasional XVI.  Di masa pandemi covid-19, acara dua tahunan ini digelar secara daring mulai 2-7 November 2020.

    Ketua Dewan Kehormatan Juri PEKSIMINAS XVI, Sudibyo menyampaikan, bahwa penyelenggaraaan Pesparawi tahun 2020 ini diadakan secara virtual.  Peserta akan diminta mengirimkan rekaman video paduan suaranya yang dibuat secara teknik virtual, dan mereka juga tidak bertemu satu dengan yang lainnya. 

    Konsekuensi penyelenggaraan secara virtual ini tentunya berdampak terhadap berbagai hal di dalam penyelenggaraannya termasuk di dalam sistem penilaian. Penilaian di dalam Pesparawi pada 2020 ini dilakukan menggunakan dua metode, yaitu penilaian choir forensik dan choir artistic. 

    "Kedua metode ini dilakukan agar panitia bisa menentukan juara-juara seobjektif mungkin," terang Sudibyo, Senin, 2 November 2020.

    Sudibyomenyampaikan, dalam penilaian choir forensik dewan juri terdiri dari berbagai ahli IT dan sound enginering, Hal ini untuk menilai keaslian dari video para peserta, apakah terjadi rekayasa-rekayasa teknologi.

    Ketua Panitia Pesparawi Mahasiswa Nasional ke XVI Pesparawi, Adianto mengatakan, Pesparawi tahun ini digelar secara daring mengingat kondisi Tanah Air masih dalam masa pandemi.  "Dalam kondisi pandemi penyelenggaraan secara daring atau virtual, untuk menilai tata suara, melibatkan juri forensik yang akan menguji keaslian atau orisinalitas karya peserta. Ini tantangan untuk bekerja keras agar lomba bisa tertib baik dan lancar sesuai harapan," kata Adianto.

    Ketua Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Untar ini mengatakan, tahun ini jumlah pendaftar Pesparawi mencapai 103 tim.  "Hasil seleksi administrasi meloloskan 51 tim paduan suara yang akan melaju ke tahap berikutnya.  Dari sejumlah tim itu akan diseleksi dewan juri dan juri forensik empat pemenang tim paduan suara terbaik yang akan diumumkan 7 November 2020," terangnya.

    Rektor Untar, Agustinus Purna Irawan mengatakan, pada saat pandemi, perguruan tinggi membutuhkan kegiatan yang dapat mendorong semangat mahasiswanya untuk tetap berkarya.  Kegiatan ini, kata Agustinus, sangat relevan dalam mendukung perilaku sehat dan produktif di masa pandemi.

    "Mahasiswa juga tidak boleh stagnan dan harus maju dalam situasi apapun. Karena perkembangan kita dalam pendidikan dan kompetensi keilmuan, dan kompetensi lainnya sangat dibutuhkan dalam menyambut masa depan.  Kalau stagnan maka kita selesai," tegas Agustinus.

    Kegiatan kemahasiswaan ini juga mendukung peningkatan kompetensi dalam program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.  Sebab berdasarkan Kampus Merdeka, kegiatan mahasiswa tidak hanya berkompetensi tinggi dalam bidang keilmuan tapi juga pembentukan karakter. 

    Sedangkan kegiatan menyanyi sifatnya sangat universal.  "Musik akan membawa semangat dan pengharapan untuk lebih baik tiap harinya.  Menyanyi adalah ungkapan jiwa perasaan kita untuk lebih baik. Agar kita makin punya empati, berbagi," terangnya.
     
    Diakui Agustinus, menjadi tuan rumah Pesparawi ini merupakan cita-cita Untar sejak penyelenggaraan Pesparawi dua tahun lalu.  "Cita-cita ini sejak dua tahun lalu, kami  memperjuangkan ini, kami berproses, kemudian diberi kepercayaan untuk menjadi tuan rumah," terangnya.

    Baca juga:  Nadiem Berharap Lulusan LPDP Jadi Motor Perkembangan Teknologi

    Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, Nizam mengatakan, Pesparawi diselenggarakan dua tahun sekali untuk menumbuhkan iman dalam kehidupan sehari-hari dan karya dalam bentuk saling mengasah, mengasihi dan mengasuh.  "Kepada seluruh peserta, selamat berpesta, mengukir prestasi. Seluruh panitia dan Untar sebagai tuan rumah juga seluruh perguruan tinggi. Sukses selalu," seru Nizam.

    Sementara itu Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud, Aris Junaidi mengatakan bahwa dewan juri akan menilai tim peserta dari berbagai sisi, mulai vokal, teknik, skill hingga kekompakan.  "Mudah-mudahan meski di saat pandemi, pelaksanaanya bisa seperti tahun-tahun sebelumnya. Artinya dewan juri akan memeriksa hasil rekaman peserta lomba. Kami sepenuhnya support kegiatan ini. 2020 ini sangat spesial," terangnya.

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pesparawi secara rutin setiap dua tahun sekali.  Tahun ini, Pesparawi mengangkat tema “Jiwaku Memuliakan Tuhan, dan Hatiku Bergembira karena Allah, Juru selamatku” perlombaan yang diikuti oleh 51 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia dan melibatkan sejumlah Dewan Kehormatan Juri.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id