comscore

FPPTI: Perpustakaan Kampus Dituntut Bertransformasi Saat Pandemi

Antara - 23 Maret 2021 17:15 WIB
FPPTI: Perpustakaan Kampus Dituntut Bertransformasi Saat Pandemi
Ketua Umum FPPTI Mariyah. Foto: Zoom
Jakarta:  Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) meminta perpustakaan di perguruan tinggi mampu bertransformasi di saat pandemi covid-19.  Salah satunya agar bisa diakses mahasiswa dengan mudah kapanpun dan di manapun sivitas akademika kampus berada.

“Pandemi covid-19 telah memaksa perpustakaan perguruan tinggi mengubah metode layanan yang sebelumnya luring menjadi daring. Perpustakaan harus dapat diakses mahasiswa kapan saja dan di mana saja,” ujar Ketua Umum FPPTI Mariyah, dalam Rakornas Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan Perpusnas di Jakarta, Selasa, 23 Maret 2021.

 



Jumlah perpustakaan Indonesia menduduki peringkat kedua terbanyak di dunia, yakni 164.610 dan sebanyak 6.552 atau 3,98 persen merupakan perpustakaan perguruan tinggi.

Mariyah menjelaskan, pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap pengadaan bahan bacaan, layanan dan ekonomi Indonesia. Anggaran pengadaan bahan bacaan dikurangi karena dana dialokasikan untuk penyediaan sarana protokol kesehatan.

Dia menjelaskan, standar bahan bacaan di perguruan tinggi harus memenuhi keragaman jenis koleksi, jumlah yang tersedia dan pengembangannya. Jenis koleksi tercetak dan digital, karya rekam untuk koleksi buku wajib mata kuliah, bacaan umum, referensi, terbitan berkala, muatan lokal, laporan penelitian, hingga jurnal.

Setidaknya untuk setiap mata kuliah terdapat tiga judul buku, dua judul buku pengayaan, dua jurnal ilmiah per program studi.  Selain itu juga minimal satu judul majalah ilmiah per program studi, koleksi audio visual dan e-resources disesuaikan dengan kebutuhan dan konten lokal (karya ilmiah sivitas akademika).

“Selain itu penambahan jumlah dan jenis bahan bacaan setiap tahunnya minimal tiga persen dari total koleksi yang ada,” ujar dia.

FPPTI berperan dalam menyiapkan bahan bacaan menuju Perguruan Tinggi Menulis (PT Menulis) yakni konsorsium e-resources FPPTI, MoU TAF, MoU dengan Perpustakaan Nasional RI, Sosialisasi e-Journal Kemenristek DIKTI, Materi Literasi: e-resources dan e-library Perpustakaan Nasional.

Program PT Menulis sendiri bertujuan pemeringkatan (World University Ranking). Beberapa PT di Indonesia, berupaya memiliki reputasi internasional dan masuk dalam jajaran universitas berkelas dunia.

“Perguruan Tinggi Menulis sebagai persyaratan naik pangkat atau jabatan (dosen/peneliti), sementara untuk untuk mahasiswa adalah persyaratan kelulusan (wisuda),” kata dia.

Baca juga:  DKI Mulai Terapkan PTM Terbatas, Kampus Jadi Sasaran Uji Coba

Oleh karena itu, fasilitas yang dibutuhkan untuk memberikan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka merupakan bagian dari sarana prasarana yang harus tersedia di perpustakaan. Namun hal tersebut juga harus didukung dengan budaya untuk selalu menulis dan kesempatan untuk menyalurkan tulisannya.

“Lahirnya budaya menulis di perguruan tinggi perlu dilakukan tidak hanya dalam jangka pendek, namun perlu dibuat untuk jangka panjang.  Sehingga budaya tersebut menjadi warisan yang akan terus dilahirkan oleh setiap generasi dan tulisannya bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuh dia.


(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id