Rakornas Perpustakaan Nasional Soroti Tenaga Pustakawan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 21 Februari 2020 21:46 WIB
    Rakornas Perpustakaan Nasional Soroti Tenaga Pustakawan
    Jumpa Pers Rakornas Perpusnas 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan pada 25-27 Februari 2020.  Dalam Rakor tahun ini, akan mengusung tema 'Inovasi dan Kreativitas Pustakawan dalam Penguatan Budaya Literasi Untuk Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju.

    Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan, yang akan menjadi fokus pembahasan rakor adalah soal tenaga pustakawan. 

    “Rakor tersebut bawah dilakukan Perpusnas dalam posisi mandatori Undang-undang 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, dan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah daerah, kami sebagai pembina teknis mengoordinasi, mengakselerasi sejauh mana perkembangan perpustakaan di Indonesia,” jelas Bando dalam konferensi pers Rakornas Perpusnas, di Gedung Perpusnas, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.

    Lebih lanjut ia mengatakan, sekarang tidak perlu lagi ribut-ribut soal rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.  Tetapi yang menjadi penting adalah membangun kegemaran masyarakat dalam membaca dapat dilakukan dengan cara memenuhi hak masyarakat untuk membaca.

    “Pentingnya membangun kegemaran masyarakat yang sebenarnya meningkatkan indeks literasi. Kita beraharap semua bisa memahami, tidak penting lagi kita ribut soal kegemaran membaca itu rendah,” jelasnya.

    Baca juga:  Indonesia Kekurangan Ratusan Ribu Tenaga Pustakawan

    Terkait perpustakaan, saat ini juga harus menjadi tempat transfer of knowledge atau transfer ilmu pengetahuan. Bukan lagi sekadar perpustakaan sebagai gudang buku.

    “Perpustakaan bisa jadi tempat akselerasi pengetahuan.  Perpustakaan hari ini harus mampu mentransfer knowledege agar orang membutuhkan mendapatkan, tidak penting kunjungan, yang penting akses,” jelasnya.

    Sementara itu, terkait tenaga pustakawan, Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Bappenas Hadiat menyebutkan, tenaga pustakawan harus memiliki kompetensi abad 21, bukan hanya sekadar melayani, tetapi juga memberikan ilmunya. 

    "Harus betul-betul mendorong kompetensi pustakawan itu tadi dalam menghadapi abad 21, kompetensi abad 21 itu tidak hanya pandai melayani tapi harus punya pemahaman hardskills, softskills, harus mempunyai pemahaman digital juga," ujarnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id