Kemendikbud Ingin UU Guru dan Dosen Direvisi

    Ilham Pratama Putra - 21 Februari 2020 10:10 WIB
    Kemendikbud Ingin UU Guru dan Dosen Direvisi
    Plt. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Santi Ambarukmi. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan untuk merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.  Regulasi itu dianggap sudah tidak lagi relevan.

    Menurut Plt. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Santi Ambarukmi, revisi ini juga untuk menyesuaikan sejumlah kompetensi guru. Sebab sudah banyak perubahan yang terjadi selama 15 tahun terakhir.

    Santi mengatakan, usulan revisi UU ini sudah disampaikan ke DPR.  Revisi diperlukan agar model kompetensi guru, kepala sekolah, maupun pengawas bisa disesuaikan.

    "Terkait revisi undang-undang ini sudah di dalam agenda untuk melakukan itu (penyesuaian). Sudah dalam proses," kata Santi di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Kamis 20 Februari 2020.

    Terdapat empat kompetensi dalam usulan undang-undang tersebut. Di antaranya kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
    Menurutnya, pihak Kemendikbud sudah melakukan berbagai program untuk mencapai kompetensi itu.

    Salah satunya melalui Permendiknas Nomor 16 tahun 2007.  "Dari empat kompetensi ini yang dijabarkan jadi 24 kompetensi turunan itu memang masing-masing masih harus disesuaikan lagi dengan kondisi zaman yang ada saat ini," ujarnya.

    Dia menyebut, Kemendikbud sudah melakukan kajian kritis dengan melihat model dari beberapa negara untuk penyesuaian kompetensi tersebut. Diharapkan perubahan itu dapat membuat guru lebih mudah memahami dan mencapainya.

    Pada kesempatan itu pula, Ketua Kampus Guru Cikal, Bukik Setiawan mengungkapkan, model kompetensi merupakan kriteria keberhasilan guru, kepala sekolah, maupun pengawas dalam menjalankan tanggung jawabnya.

    Bukik menilai, selama 15 tahun ini muncul banyak pendekatan baru di bidang pendidikan, termasuk dampak perkembangan teknologi.  "Oleh karena itu kami merasa pentingnya melakukan refleksi kritis terhadap kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Karena kompetensi itu adalah kunci atau sentral dari pengelolaan SDM, rekrutmen, seleksi, pelatihan, penilaian kinerja, remunerasi, itu sedikit banyak ada sangkut pautnya dengan kompetensi," jelas Bukik.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id