comscore

Y20 Dorong Anak Muda Wujudkan Planet Berkelanjutan dan Layak Huni

Renatha Swasty - 23 Mei 2022 18:47 WIB
Y20 Dorong Anak Muda Wujudkan Planet Berkelanjutan dan Layak Huni
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. DOK Y20
Jakarta: Anak muda sebagai penghuni bumi hari ini dan masa yang akan datang memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan planet berkelanjutan dan layak huni. Pesan itu digaungkan pada Pra-KTT Ketiga Y20 Indonesia yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 21 Mei 2022. 

Di forum ini, perwakilan anak muda G20, termasuk delegasi negara undangan serta pemuda Kalimantan, saling bertukar pikiran menciptakan isu planet berkelanjutan dan layak huni. Co-Chair Y20 Indonesia 2022 Indra Dwi Prasetyo menekankan pentingnya bertindak sekarang untuk menyelamatkan bumi. 
Dia menyebut cara hidup di bumi, baik penggunaan sumber daya dan produksi limbah yang berlebihan maupun ekonomi linier perlu diubah.

“Kekuatan, suara, networking, dan koneksi anak muda perlu dimanfaatkan oleh forum ini untuk
membantu membangun kembali koneksi dengan alam demi masa depan yang berkelanjutan untuk semua”, kata Indra dalam keterangan tertulis, Senin, 23 Mei 2022. 

Sementara itu, Plt Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Jonni Mardizal mengatakan isu
planet berkelanjutan dan layak huni harus melekat bagi anak muda. Menpora juga menekankan perlu adanya pembahasan lebih lanjut dan solusi konkret, khususnya bagi anak muda.

“Anak muda akan mewarisi kehidupan di planet bumi untuk jangka panjang. Jika tidak dicari solusi atas masalah-masalah lingkungan yang saat ini tengah terjadi, kehidupan manusia juga berada dalam ancaman. Kehidupan anak muda juga berada dalam ancaman,” jelas Jonni.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendorong generasi muda berperan besar mengatasi krisis lingkungan saat ini.  “Forum Y20 diharapkan dapat terus mendorong penerapan model ekonomi sirkular, memperkuat kemitraan antara negara-negara G20 dan kaum muda yang merupakan agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, berkelanjutan, dan layak untuk semua,” kata Siti.

Pentingnya keterlibatan anak muda dalam aksi iklim juga ditekankan oleh Satu Kahkonen selaku
World Bank Country Director for Indonesia and Timor Leste. "Kami mengandalkan kalian untuk
menyampaikan aspirasi ini kepada pemimpin dan pemerintah G20. Kami juga mengandalkan inovasi dan semangat kalian semua agar kita membangun bersama bumi yang berkelanjutan dan layak huni untuk semua,” ungkap Kahkonen.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyambut baik diselenggarakannya pra-KTT Y20 Indonesia 2022 di Balikpapan. Isran mengatakan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur merupakan kawasan hutan hujan tropis.

“Kami berharap Pre-Summit Y20, Presidensi G20 Indonesia, serta kunjungan lapangan
memungkinkan Anda untuk melihat secara lebih dekat kondisi hutan dan lingkungan di sini. Serta membuka mata dunia tentang Indonesia, Kalimantan, khususnya sekitar Balikpapan, yang sesungguhnya,” kata Isran.

Pada hari pertama Pra-KTT ketiga ini, diselenggarakan talkshow yang bertemakan “Menjaga Sumber Daya Alam”. Talkshow menghadirkan ahli seperti Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto, Roundtable on Sustainable Palm Oil CEO Joseph D’Cruz, Koordinator Kenyan Youth Biodiversity Network Kevin Lunzalu, serta Digital & IT Director BRI Arga Mahanana Nugraha.

Herlina mengajak anak muda untuk bersama-sama menjaga bumi. YKAN menilai permasalahan
lingkungan dan pemanasan global mengingatkan pentingnya aksi kolektif oleh semua pihak di mana pun berada. 

Aksi itu perlu dimulai dari tingkat lokal, yang jika dilakukan bersama-sama dan berkesinambungan akan berdampak global. “Pemuda adalah garda terdepan perubahan. Kepada mereka, kami titipkan masa depan,” ujar Herlina.

Sedangkan, Joseph D'Cruz mengatakan G20 sebagai sebuah platform mampu menentukan bagaimana negara-negara besar dunia mengatur prioritas. Namun, tantangannya adalah negara G20 perlu menyeimbangkan prioritas antara pembangunan dan keberlanjutan planet.

"Y20 dapat meyakinkan bahwa keputusan yang G20 buat memiliki implikasi dan tradeoff. (Y20) bisa
menjelaskannya dari perspektif bagaimana tradeoff tersebut berdampak pada mereka yang akan
tinggal di planet ini 50-100 tahun ke depan," jelas Joseph D'Cruz.

Nugraha menyebut penting bagi negara G20 sebagai negara beronomi besar untuk mempercepat upaya menangani perubahan iklim. "Ini sangat penting bagi kita khususnya generasi muda," tutur dia. 

Kevin Lunzalu menjelaskan G20 harus menyadari betapa mengerikannya dampak jika tidak adanya aksi kolektif. "Kita perlu langkah transformatif untuk keluar dari krisis yang kita alami saat ini. Kita harus menyadari peran anak muda dalam isu krisis iklim hingga kekayaan alam," tutur Kevin.

Baca: EdWG G20, Ini Usulan Bank Dunia Soal Teknologi dalam Pemulihan Pendidikan



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id