comscore

Guru Besar Unair Temukan Potensi Kencur Hingga Biji-bijian untuk Obat Kanker

Renatha Swasty - 16 Februari 2022 18:36 WIB
Guru Besar Unair Temukan Potensi Kencur Hingga Biji-bijian untuk Obat Kanker
Guru Besar Aktif ke-31 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Prof Juni Ekowati. DOK Unair
Jakarta: Prof Juni Ekowati resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Aktif ke-31 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair). Dalam seremoni itu, Juni menyampaikan gagasan dan temuan terkait pengembangan sintesis turunan sinamat secara green chemistry sebagai upaya kemandirian bahan baku obat anti kanker.

Guru besar bidang ilmu kimia organik tersebut menemukan senyawa golongan sinamat yang potensial sebagai bahan baku obat anti kanker. “Senyawa etil p-metoksisinamat pada kencur, maupun asam ferulat yang didapatkan dari sereal atau biji-bijian, terbukti memiliki efek sitotoksik pada sel kanker paru maupun sel kanker payudara, selain itu juga mencegah tumbuhnya tumor pada hewan coba mencit,” kata Juni dikutip dari website unair.ac.id, Rabu, 16 Februari 2022.
Penelitian obat anti kanker dengan memanfaatkan keragaman hayati itu didasarkan pada Instruksi Presiden Joko Widodo. Khususnya melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Pada orasi ilmiah tersebut, dia menjelaskan senyawa itu terbukti mampu menghambat angiogenesis. Sekaligus mencegah tumor tanpa mengganggu sel normal.

“Melalui pendekatan kimia komputasi untuk prediksi, aktivitas senyawa pada target reseptor tertentu, profil farmakokinetika obat di dalam tubuh, serta prediksi toksisitasnya, senyawa ini telah dinyatakan relatif aman dan dapat dikembangkan sebagai obat anti kanker yang lebih poten,” papar dia.

Juni menuturkan proses sintesis dipilih dengan mengusung konsep green chemistry, yakni penggunaan microwave atau gelombang mikro.

“Dengan mempertimbangkan keunggulan berupa laju pemanasan lebih cepat, waktu reaksi lebih singkat, reprodusibilitas lebih baik, dan ramah lingkungan, maka sintesis microwave dalam metode kimia organik dipilih sebagai teknik sintesis,” ujar dosen kelahiran Bojonegoro ini.

Pengembangan senyawa tersebut dengan menggunakan microwave terbukti memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. Senyawa golongan sinamat sebagai calon obat anti kanker telah dilakukan dengan menggunakan microwave dan menghasilkan turunan p-metoksisinamoil tiourea dan turunan ester dari asam ferulat yang lebih potensial dari senyawa induknya.

"Reaksi sintesis berlangsung cepat sehingga efisien waktu dan biaya,” tutur dia.

Melalui gagasannya, dosen fakultas farmasi Unair itu juga turut mendukung program pemerintah mempercepat substitusi impor produk farmasi dengan bahan baku lokal. Dia berharap ke depan dorongan hilirisasi hasil penelitian melalui kolaborasi riset akan melancarkan pembuatan obat kanker dengan bahan alami.

“Dengan dukungan pemerintah berupa insentif dan regulasi dalam penemuan dan pengembangan bahan baku calon obat anti kanker, industri kimia, dan farmasi dapat berkembang dan memenuhi substitusi impor bahan baku obat,” ujar dia.

Baca: Samarium Bisa Atasi Nyeri pada Penderita Kanker, Ini Keistimewaannya
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id