Jalur Rempah Bakal Dibawa ke Ruang Kelas Sekolah

    Citra Larasati - 02 Oktober 2020 17:03 WIB
    Jalur Rempah Bakal Dibawa ke Ruang Kelas Sekolah
    Ilustrasi rempah-rempah. Foto: Antara
    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memasukkan materi tentang Jalur Rempah ke dalam kurikulum mata pelajaran sejarah di sekolah.  Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kemendikbud mengusulkan Jalur Rempah menjadi Warisan Dunia yang diakui UNESCO.

    "Dalam rangka memperingatkan jalur rempah ke masyarakat internasional, Kemendikbud akan mengajukan Jalur Rempah ke UNESCO.  Ditargetkan bisa ditetapkan di 2024.  Untuk tahun ini setidaknya sudah masuk list UNESCO," terang Analis Kebijakan Ahli Utama Kemendikbud, Totok Suprayitno, dalam Dialog Kebudayaan bertema "Penguatan Pembelajaran Jalur Rempah untuk Mendukung Pengusulan Warisan Dunia ke UNESCO" yang digelar secara daring, Jumat, 2 Oktober 2020.

    Untuk menuju ke UNESCO, kata Totok, pemahaman dan apresiasi masyarakat mengenai Jalur Rempah di Tanah Air harus terlebih dahulu ditingkatkan.  Salah satunya dengan penguatan pembelajaran sejarah Jalur Rempah di sekolah.

    "Pemahaman tentangnya harus menggelora dulu di masyarakat," ujar Totok.

    Baca juga:  Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Penetapannya

    Untuk itu, Kemendikbud akan membangun narasi yang kuat dalam muatan sejarah tentang Jalur Rempah untuk diajarkan kepada siswa di sekolah-sekolah.  "Ini momentum sejarah dan pendidikan dipadukan," tegas Totok.

    Menurut Totok, pengetahuan masyarakat akan Jalur Rempah saat ini masih sangat minim.  Masyarakat secara umum hanya mengetahui bahwa rempah-rempah merupakan salah satu penyebab terjadinya penjajahan.

    "Rasanya perlu dimasukkan ke dalam muatan di buku pelajaran anak-anak kita," kata Totok.

    Sejarah Jalur Rempah di Indonesia sendiri sangat panjang. Aktivitas perdagangan rempah-rempah diperkirakan sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu, ketika bangsa-bangsa Austronesia datang ke wilayah Nusantara. 

    ?"Jelas jalur rempah kita ternyata lebih tua dibandingkan dengan jalur sutranya Tiongkok," terang Totok.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id