Di Hari Guru, Khofifah Beberkan Persoalan Pendidikan di Jatim

    Amaluddin - 25 November 2020 22:30 WIB
    Di Hari Guru, Khofifah Beberkan Persoalan Pendidikan di Jatim
    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Foto: Medcom.id/Amaluddin
    Surabaya: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus ia selesaikan, utamanya di bidang pendidikan. Salah satunya terkait rendahnya angka siswa di Jatim yang melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus dari jenjang menengah atas.

    "Angka siswa melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah, baru sekitar 32,3 persen untuk lulusan SMA, dan 20 persen untuk SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi," kata Khofifah, di Surabaya, Rabu, 25 November 2020.

    Pekerjaan rumah lainnya, lanjut Khofifah, adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di mana posisinya sekarang masih di peringkat 15 nasional dengan nilai 71,50.  Belum lagi masalah tingginya disparitas (kesenjangan) kualitas pendidikan antardaerah dan antarlembaga juga masih lebar. 

    "Terutama dalam hal pemenuhan standar-standar pendidikan yang telah ditetapkan secara nasional. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kualitas lulusan dari masing-masing daerah atau lembaga," ujarnya. 

    Sementara pada sektor tenaga pendidik, Khofifah melihat kualitas, kuantitas, dan sebaran tenaga pendidik atau guru belum optimal. Demikian juga dengan angka partisipasi pendidikan khusus, dan layanan khusus untuk anak penyandang disabilitas. 

    Demi menyelesaikan masalah-masalah tersebut, Khofifah menyatakan komitmennya untuk menyukseskan program Jatim Cerdas. Jatim Cerdas merupakan salah satu program unggulan yang masuk dalam Nawa Bhakti Satya yang digagas untuk mengatasi seluruh permasalahan di dunia pendidikan. 

    Baca juga:  Kualitas dan Distribusi Guru Masih Jadi Masalah

    Di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021, kata dia, Pemprov Jatim telah merencanakan anggaran sebesar Rp11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan. Angka itu setara 51,74 persen dari total RAPBD tahun anggaran 2021 mendatang.

    Anggaran akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Termasuk peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan, khususnya untuk 20 ribu lebih Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) serta pengembangan kompetensi guru sesuai dengan tuntutan jaman.

    "Saya mohon dengan hormat kepada seluruh guru di seluruh penjuru Jatim, untuk berseiring menata niat, membulatkan tekad dan membangun semangat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim," kata Khofifah.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id