UGM 'Sulap' Limbah Daun Jati Jadi Pakan Ternak

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 03 Januari 2020 13:56 WIB
    UGM 'Sulap' Limbah Daun Jati Jadi Pakan Ternak
    Foto: Humas UGM
    Jakarta:  Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM 'menyulap' limbah daun jati menjadi pakan ternak.  Penelitian ini berangkat dari keresahan masyarakat Gunung Kidul, Yogyakarta yang kesulitan mencari pakan ternak ketika memasuki musim kemarau.

    Peneliti dari FKH UGM Sarmin menyebut, pohon jati dan daun pohon jati merupakan sumber berlimpah yang dimiliki warga Gunungkidul. Sayangnya, hal tersebut luput dari perhatian warga.

    Alhasil, selama musim kemarau peternak yang memiliki 2-3 ekor sapi atau kambing terpaksa membeli rumput kolonjono atau tebon (daun dan batang) jagung dari luar daerah.  Paling tidak kata Sarmin, mereka memerlukan 4-5 ikat rumput yang harganya cukup lumayan.

    “Daerah Gunung Kidul banyak hutan jati, daun jati di sana cukup melimpah.  Namun belum dimanfaatkan, sehingga kita lirik sumber daya yang ada di sana untuk ternak mereka,” jelas Sarmin, dilansir dari laman resmi UGM, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Lebih lanjut Sarmin menjelaskan, pembuatan pakan fermentasi dari limbah daun jati kering ini sekaligus untuk mengajak peternak memanfaatkan sumber daya pakan dari lingkungan sekitar mereka. Para peternak ini diajarkan dan dilatih mengolah limbah daun jati tersebut, sebagai pakan silase (pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi) ternak mereka.

    Pasalnya, selama ini daun jati ini hanya dibakar saja atau dibiarkan menjadi sampah yang mengering.  “Kita ajari buat fermentasi pakan sehingga saat musim kemarau mereka punya persediaan pakan,” katanya.

    Cara membuat pakan fermentasi ini, jelas Sarmin, limbah daun jati yang sudah mengering dikumpulkan dalam sebuah drum berukuran besar.  Lalu, bahan daun jati kering tersebut dicampur dengan konsentrat.  Agar terjadi proses fermentasi, bahan daun jati ini diberikan cairan EM4, sejenis cairan yang mengandung bakteri pembusuk.

    Selain EM4, bahan pakan fermentasi ini juga diberikan tetes tebu atau molase.  “Seluruh bahan tersebut kita aduk hingga rata dan dibiarkan mengalami fermentasi selama 21 hari hingga muncul aroma wangi dengan tekstur pakan yang lembut,” ujarnya.

    Menurut Sarmin, selain limbah daun jati, tim FKH UGM juga melakukan pendampingan memanfaatkan sumber pakan ternak dari variasi bahan lainnya.  Seperti gedebog pisang atau batang pohon pisang dan jerami dengan menggunakan metode yang sama.

    “Kita sudah uji cobakan untuk bahan lain yang murah dan sudah tersedia seperti gedebog dan jerami,” paparnya.

    Pemanfaatan pakan fermentasi dari bahan daun jati, batang pohon pisang dan jerami ini sudah diterapkan di Desa Kemiri, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta melalui program Diseminasi Teknologi Tepat Guna.

    Selain memberi pelatihan, mereka juga memberikan alat mesin pencacah rumput, alat peniris minyak dan alat pemotong ketela untuk pengrajin ketela.

    Peneliti FKH UGM, Soedarminto Indarjulianto mengatakan , dengan diberikannya alat mesin pencacah rumput tersebut diharapkan peternak dapat menyediakan sumber pakan giling dari bahan yang sebelumnya keras seperti tebon jagung dan batang rumput gajah. 

    “Kita harapkan sumber pakan dan proses pencernaan ternak lebih tinggi dan produktivitas ternak akan meningkat,” ungkapnya.

    Anggota peternak dari Kelompok Tani Ngudi Rejeki, Desa Kemiri, Gunung Kidul, Wasidi mengaku program pelatihan pembuatan pakan fermentasi yang dilakukan oleh FKH UGM sangat membantu peternak di Desa Kemiri. 

    Apalagi diajarkan juga cara membuat pakan mineral blok untuk sumber nutrisi mineral ternak. ”Kami diajarkan bikin mineral blok dan diperiksa kesehatan ternaknya yang kebanyakan kena cacing dan (kutu) caplak,” ujarnya. 

    Selama ini, ia menyebut di musim kemarau setidaknya membeli pakan rumput dari tebon jagung setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. “Saya setiap hari membeli sampai enam ikat yang setiap ikatnya berisi tujuh batang seharga Rp5.000 per ikat,” katanya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id