Pembelajaran Adaptif dan Sinergis Diperlukan untuk Genjot Kualitas Pendidikan Aceh

    Arga sumantri - 15 Juli 2021 10:49 WIB
    Pembelajaran Adaptif dan Sinergis Diperlukan untuk Genjot Kualitas Pendidikan Aceh
    Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Dok Medcom.id



    Jakarta: Perubahan sistem pembelajaran di masa pandemi berdampak pada kualitas pendidikan di Tanah Air. Ketua Yayasan Sukma Lestari Moerdijat (Rerie) menilai membutuhkan upaya adaptasi lewat berbagai inovasi guna mengatasi dampak tersebut. 

    "Pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan dalam sistem pendidikan yang berubah saat ini adalah learning loss, learning culture, learning adaptation dan learning innovation," kata Rerie dalam webinar Membangun Sinergi Demi Mutu Hebat Pendidikan Aceh, dalam rangka peringatan 15 tahun Sekolah Sukma Bangsa, Rabu, 14 Juli 2021.

     



    Wakil Ketua MPR itu menilai perlu restrukturisasi sistem dan tata pembelajaran secara sinergis untuk meningkatkan mutu pendidikan saat ini. Pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan patut dipersiapkan dengan mempertimbangkan situasi lokal mengingat Indonesia memiliki sumber daya manusia dengan perbedaan suku, agama, bahasa, budaya dan adat istiadat. 

    Ia menambahkan, pascabencana dan tsunami Aceh, Yayasan Sukma hadir untuk merevitalisasi pendidikan di Aceh dengan mendirikan Sekolah Sukma Bangsa di Pidie, Bireuen dan Lhokseumawe. Sekolah Sukma Bangsa menanamkan filosofi school that learns sebagai fondasi pengembangan sekolah.

    Dalam perkembangannya, lanjut dia, Sekolah Sukma Bangsa dengan kemampuan inovasinya di setiap periode, merumuskan kurikulum perdamaian dan resolusi konflik berbasis sekolah. 

    Baca: Solidaritas Jadi Kekuatan Baru Hadapi Pandemi Covid-19

    Rerie menilai, mutu pendidikan sesungguhnya tidak diukur dengan variabel dan parameter 'dari luar' tetapi dimulai dengan kemampuan institusi untuk melakukan pembelajaran dengan bekal kemampuan inovasi.

    Sementara, Kepala bidang SMA, Dinas Pendidikan Aceh, Hamdani mengaku sudah melakukan penguatan kurikulum. Sebab, tujuan pendidikan di Aceh tidak hanya agar siswa mendapat nilai tinggi tetapi harus sadar hukum dan norma kehidupan di keseharian. Dinas Pendidikan Aceh juga sudah mengajak sejumlah instansi dan lembaga untuk ikut bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh.

    Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal menilai daya saing lulusan SMA di Aceh masuk perguruan tinggi belum merata. Lulusan SMA Aceh diterima di perguruan tinggi di Aceh jumlahnya cukup memadai. Namun, ujar Samsul, lulusan SMA Aceh yang diterima di perguruan tinggi di luar Aceh hanya 3,6 persen.
     



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id