Kemenag Siapkan Fasilitator Moderasi Beragama untuk Satuan Pendidikan

    Arga sumantri - 21 Oktober 2021 10:50 WIB
    Kemenag Siapkan Fasilitator Moderasi Beragama untuk Satuan Pendidikan
    Direktur PAI Kemenag Amrullah. Foto: Dok Kemenag.



    Jakarta: Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) melatih Fasilitator Moderasi Beragama untuk mendampingi Implementasi Moderasi Beragama pada Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum (PTU). Sebanyak 42 fasilitator yang dilatih. 

    Mereka mewakili 21 Organisasi Masyarakat (Ormas) penerima hibah implementasi terbatas Moderasi Beragama Berbasis Pendidikan Karakter. Selain itu, ikut juga enam peserta perwakilan Kantor Kemenag Wilayah Provinsi se Jawa.

     



    Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Amrullah mengatakan, praktik moderasi beragama sudah ada sejak dulu. Perumusan Pancasila dan UUD 45 oleh para tokoh dari beragam agama, suku, budaya juga bagian dari praktik itu.

    "Moderasi ini akan mengedepankan keadilan, keseimbangan agar tidak terjebak dalam jalan ekstrem, tidak berat ke sebelah, baik ekstrem kanan maupun kiri," tutur Amrullah mengutip siaran pers Kemenag, Kamis, 21 Oktober 2021.

    Ia menekankan, moderasi beragama adalah pemahaman yang berada di tengah-tengah. Pemahaman yang mengedepankan keadilan, dan mengedepankan hal terbaik.

    Baca: PTKIN Diminta Percepat Transformasi Institusi, Digital Hingga Internasionalisasi

    Amrullah menambahkan, moderasi beragama tidak untuk satu golongan, bahkan satu agama saja, tapi untuk seluruh umat manusia. Apalagi, masyarakat Indonesia sangat beragam, termasuk dalam keberagamaan.

    "Harapan saya, moderasi beragama tidak hanya dirasakan di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain. Praktik baik yang ada di Indonesia, akan menjadi contoh negara-negara di dunia," ungkapnya.

    Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat PAI Rizky Fisa Abadi, menambahkah, tujuan pelatihan ini adalah menyediakan fasilitator terkait dengan implementasi terbatas Moderasi Beragama Berbasis Pendidikan Karakter di Sekolah. Menurutnya, fasilitator nantinya yang akan memberikan pelatihan langsung kepada guru dan siswa serta mahasiswa di daerah pilot project.

    "Ada enam provinsi yang menjadi pilot project, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta," ucap Rizky.

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id