Dihadiri Menko PMK, Ospek UMM Digelar dalam Tujuh Gelombang

    Antara - 24 September 2020 12:39 WIB
    Dihadiri Menko PMK, Ospek UMM Digelar dalam Tujuh Gelombang
    Ilustrasi. Medcom.id
    Malang: Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) atau ospek Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2020 diadakan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dan diselenggarakan dalam tujuh gelombang. Ospek UMM 2020 diikuti sekitar 7.500 mahasiswa baru.

    Penyelenggaraan Pesmaba luring akan dilaksanakan sebanyak tujuh gelombang, mulai 22 September hingga 14 Oktober 2020. Per gelombang, tiap fakultas akan menjalankan Pesmaba selama dua hari berturut-turut, yakni sehari penyelenggaraan Pesmaba di tingkat universitas, dan sehari di tingkat fakultas.

    Kepala Humas dan Protokoler UMM, Sugeng Winarno menyebut target utama penyelenggaraan Pesmaba ini adalah mengidentifikasi potensi calon mahasiswa baru (camaba). Selain itu, memahamkan kultur belajar, serta mengenal seluruh fasilitas perkuliahan yang dimanfaatkan untuk menunjang pembelajaran.

    Baca: Pengamat: Budaya Ospek Harus Diubah

    Hanya saja, dari sekitar 7.500 mahasiswa baru yang mengikuti Pesmaba, hanya sebagian kecil yang diperkenankan panitia untuk mengikuti Pesmaba luring guna menghindari penularan covid-19. Panitia secara ketat menerapkan protokol kesehatan.

    Pembukaan Pesmaba UMM tahun 2020 disimbolkan dengan rampak perkusi dan iringan tarian Lestari Indonesia, tari kreasi kontemporer Kota Malang dikemas secara apik dengan pola rancak dan dinamis. Tarian ini menggambarkan sebuah semangat dalam mengekspresikan kekuatan dalam melestarikan budaya Indonesia.

    "Selain itu, juga disambut Drone Motodoro, drone pertanian rancangan dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM dengan mengibarkan bendera Pesmaba di langit kawasan UMM," kata Sugeng di Malang, Kamis, 24 September 2020.
     
     

    Rektor UMM, Fauzan, mengatakan kampusnya mengusung tekad 'UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa'. Artinya, UMM memiliki tanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikannya, tidak hanya sekadar mengantarkan mahasiswanya menjadi sarjana.

    "Akan tetapi di balik itu, yang lebih penting adalah saudara menjadi pemimpin bangsa. Karena saudara hadir di UMM akan dicetak menjadi pemimpin bangsa," kata Fauzan saat membuka Pesmaba.

    Menghadapi situasi pandemi covid-19, Fauzan juga mengajak seluruh maba untuk tidak larut menjadi manusia yang sulit, yang pada akhirnya hanya mengeluh, tertutup, serta ekslusif.

    "Saya ingin mengajak kepada saudara-saudara, marilah dalam kondisi yang sulit ini kita bersama-sama bangkit menyiapkan diri, menyiapkan karakter kita untuk menjadi manusia tangguh dalam menghadapi situasi apa saja," ujar Fauzan.

    Baca: Luhut Minta Mahasiswa UGM Jaga Integritas

    Sejak awal perkuliahan para maba sudah harus mempersiapkan diri. Tidak sekadar untuk belajar. Di UMM, kata dia, jika tujuan mahasiswa sekedar belajar sesuai dengan jurusannya, terlalu kecil. Fauzan berharap mahasiswa yang kuliah di UMM diniatkan untuk mejadi pemimpin bangsa.

    "Sekali lagi, karena saudara telah memilih UMM, konsekuensi logisnya harus menunjukkan karakter kuat, kerja keras, jujur, semangat, dan optimistis. Karena hanya orang-orang yang memiliki karakter seperti itulah yang akan mampu merebut kemenangan di masa mendatang," tutur Fauzan.
     
     

    Fauzan juga mengajak para maba untuk mengenang mendiang founding father Kampus Putih UMM Alm Prof. Dr. (H.C.) H. A. Malik Fadjar, M.Sc. Satu pesan Malik Fadjara yang harus selalu dipegang para maba, yaitu bahwa saat ini yang menjadi mahasiswa, esok akan menjadi pemimpin, atau 'Students Today Leaders Tomorrow'.

    Pesmaba dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy secara virtual. Muhadjir juga didapuk memberikan kuliah umum bagi ribuan maba tersebut.

    "Saya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari UMM tentu saja saya terharu atas tetap eksisnya UMM walaupun berada di tengah-tengah pandemi covid-19 yang semua pihak siapapun pasti terpapar. Baik terpapar oleh penyakitnya, maupun terpapar oleh dampak dari wabah covid-19 ini," kata Muhadjir yang juga Rektor UMM periode 2000-2016 tersebut.

    Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM itu juga berpesan pada maba untuk menghadapi covid-19 ini. Tidak ada pilihan lain, kecuali harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sering cuci tangan, menjaga jarak dan hindari kerumunan.

    "Tentu saja ini tidak cukup, karena itu pemerintah juga sedang berupaya keras untuk mempercepat memperoleh vaksin baik dari luar maupun dalam negeri," ucap Muhadjir.

    (AGA)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id